Masa Depan BEI Terkuak! Private Placement Jadi Gerbang Utama Menuju IPO!

Related Post
Wartakini.id – Jakarta – Proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dipastikan akan berlangsung secara bertahap, diawali dengan skema penempatan pribadi atau private placement sebelum akhirnya melangkah ke penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO). Langkah strategis ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan memastikan seluruh tahapan berjalan terukur dan tidak terburu-buru.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers Indonesia Economic Outlook 2026 pada Sabtu (14/2/2026), menjelaskan bahwa fase private placement dipersiapkan sebagai pembuka jalan. "Jadi (demutualisasi dilakukan) bertahap mulai dengan private placement dan yang kedua opsi untuk IPO. Ya biasanya kan bertahap, sesudah private placement baru IPO," tegas Airlangga, seperti dikutip wartakini.id.
Wacana demutualisasi BEI sendiri telah lama menjadi agenda pemerintah dan pelaku pasar, sebagai upaya fundamental untuk memperkokoh tata kelola bursa. Melalui mekanisme ini, struktur kepemilikan BEI di masa depan diharapkan akan menjadi lebih inklusif dan terbuka, sebelum sahamnya resmi dilepas ke publik melalui IPO. Ini menandai era baru bagi transparansi dan partisipasi di pasar modal Indonesia.
Tak hanya itu, aspek legalitas juga menjadi prioritas utama. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan seluruh aturan turunan terkait proses demutualisasi ini dapat diselesaikan sebelum akhir Februari 2026. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan kerangka hukum yang solid dan mendukung kelancaran transisi BEI menuju status yang lebih modern dan akuntabel.









Tinggalkan komentar