Gawat! BBM Bisa Lenyap dari Pasaran Akibat Perang!
wartakini.id – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang juga melibatkan Israel, kembali memicu kekhawatiran serius di pasar energi global. Harga minyak mentah dunia melonjak tajam, memicu spekulasi bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan bisa terancam lenyap dari pasaran di seluruh dunia. Kenaikan signifikan ini terjadi seiring kekhawatiran akan potensi penutupan Selat Hormuz, jalur vital bagi pengiriman minyak dunia.

Related Post

Data terbaru menunjukkan, harga minyak mentah Brent berjangka melonjak lebih dari US$3 pada hari Selasa, menandai kenaikan hari ketiga berturut-turut. Kontrak Brent tercatat di angka US$80,89 per barel, melonjak 4,1 persen pada pukul 07.45 GMT. Bahkan, pada sesi sebelumnya, harga sempat menyentuh US$82,37, level tertinggi sejak Januari 2025, sebelum kemudian sedikit terkoreksi namun tetap ditutup 6,7 persen lebih tinggi. Situasi serupa juga dialami minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS, yang naik US$2,55 atau 3,6 persen, mencapai US$73,78 per barel setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak Juni 2025 pada sesi sebelumnya, sebelum ditutup 6,3 persen lebih tinggi.
Ancaman utama yang membayangi adalah kemungkinan penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Selat ini merupakan salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia, menghubungkan produsen minyak utama di Timur Tengah dengan pasar global. Jika jalur strategis ini terganggu atau ditutup, pasokan minyak mentah dari kawasan tersebut akan terhambat secara drastis, berpotensi menyebabkan kelangkaan BBM di seluruh dunia.
Analis pasar dari IG Markets, Tony Sycamore, menegaskan bahwa risiko kenaikan harga akan terus membayangi dan bahkan meningkat selama konflik antara pihak-pihak yang bertikai tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. "Risiko kenaikan harga tetap ada dan akan terus meningkat selama konflik berlanjut," ujarnya dalam sebuah catatan. Ia juga menyoroti kesediaan Iran untuk menargetkan infrastruktur energi di kawasan sebagai faktor pemicu risiko yang semakin memperparah situasi.
Dengan prospek konflik yang masih jauh dari kata usai, ancaman kelangkaan BBM global bukan lagi sekadar spekulasi, melainkan sebuah skenario nyata yang harus diwaspadai. Konsumen dan pemerintah di seluruh dunia kini dihadapkan pada ketidakpastian pasokan energi yang dapat berdampak luas pada perekonomian dan kehidupan sehari-hari.








Tinggalkan komentar