Wartakini.id – Pengembalian uang oleh Ustadz Khalid Basalamah terkait kasus kuota haji tengah menjadi sorotan publik. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, membenarkan adanya pengembalian dana tersebut, meskipun belum merinci jumlahnya. "Benar (ada pengembalian), untuk jumlahnya belum terverifikasi," ujar Setyo. Lantas, seperti apa sebenarnya bisnis dan sumber kekayaan pendakwah kondang ini?

Related Post
Popularitas Khalid Basalamah yang meroket berkat ceramahnya di berbagai platform digital, membuatnya menjadi salah satu tokoh agama berpengaruh di Indonesia. Namun, di balik kharismanya, tersimpan jejak bisnis yang cukup luas. Ia mendirikan biro perjalanan Uhud Tour, yang fokus pada layanan umrah dan haji dengan pendekatan Salafi. Selain itu, ia juga memiliki Ajwad Resto, restoran Timur Tengah di Jakarta yang menyasar kalangan menengah atas.

Tak hanya itu, Khalid Basalamah juga aktif dalam kegiatan sosial melalui Yayasan Ats-Tsabat. Yayasan ini menyalurkan beasiswa, membangun sumur, dan bahkan menyelenggarakan program umrah gratis bagi dai di daerah. Portofolio bisnisnya pun cukup beragam, mulai dari Uhud Tour yang telah memiliki beberapa cabang di berbagai kota, Ajwad Resto, Ajwad Store (toko suvenir), hingga investasi properti. Meskipun valuasi kekayaannya belum dipublikasikan, ekspansi bisnisnya yang pesat dan tingginya permintaan umrah pasca-pandemi mengindikasikan potensi omzet miliaran rupiah per tahun.
Sebelumnya, pada Selasa (9/9/2025), Khalid Basalamah menjalani pemeriksaan di KPK. Ia mengaku menjadi korban agen travel haji, PT Muhibbah Mulia Wisata, yang menawarkan keberangkatan haji dengan visa haji khusus. Ia menjelaskan awalnya terdaftar sebagai jemaah haji furoda, namun kemudian tergiur tawaran tersebut. "Jadi saya posisinya tadinya sama jemaah furoda, terus kemudian kami sudah bayar furoda, sudah siap berangkat furoda, tapi ada seseorang bernama Ibnu Mas’ud yang pemilik PT Muhibbah dari Pekanbaru, menawarkan kami visa (haji khusus) ini, sehingga akhirnya kami ikut dengan visa itu di travelnya dia, di Muhibbah," jelas Khalid. Sekitar 122 jemaah, termasuk dirinya, terdaftar melalui PT Muhibbah dengan klaim adanya tambahan kuota resmi dari Kemenag. "Karena dibahasakan resmi dari pihak Kemenag, ya kami terima, dan saya pun terdaftar sebagai jemaah di PT Muhibbah," tambahnya.










Tinggalkan komentar