Revolusi Pertanian RI Dimulai! Kementan Resmikan 33 Balai Canggih, Apa Tujuannya?

Related Post
wartakini.id – Kementerian Pertanian (Kementan) secara resmi mengukuhkan pembentukan 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BB PMP) yang akan tersebar di seluruh 33 provinsi di Indonesia. Langkah strategis ini, yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025, bertujuan utama untuk mengakselerasi swasembada pangan berkelanjutan melalui pendampingan teknologi pertanian di tingkat daerah.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak akan inovasi dan pendampingan teknologi di sektor pertanian. Menurutnya, keberadaan BB PMP akan menjadi garda terdepan dalam menghadirkan solusi teknologi pertanian yang spesifik lokasi, sekaligus menjadi pilar penting dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Balai Besar ini akan beroperasi di bawah koordinasi BRMP, yang memang memiliki mandat untuk mengkoordinasikan dan melaksanakan penerapan hasil perakitan, perekayasaan paket teknologi, serta modernisasi pertanian secara menyeluruh.
"Dengan jangkauan kerja yang merentang luas dari pusat hingga pelosok daerah, BRMP memegang peranan krusial dalam mempercepat laju modernisasi sektor pertanian," ujar Fadjry dalam pernyataan resminya pada Minggu (4/1/2026). Ia menambahkan, percepatan ini dicapai melalui tiga pilar utama: pengembangan inovasi teknologi, penegakan standar mutu, dan peningkatan kapasitas kelembagaan pertanian di seluruh pelosok negeri.
Fadjry lebih lanjut merinci tugas-tugas vital yang akan diemban oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian. Mereka akan bertanggung jawab mulai dari identifikasi dan verifikasi kebutuhan teknologi pertanian di lapangan, proses perekayasaan, pengujian, hingga diseminasi dan penerapan paket teknologi spesifik lokasi serta model pertanian modern yang adaptif. Tak berhenti di situ, BB PMP juga akan menjadi pusat produksi benih dan bibit sumber unggul yang tersertifikasi. Produksi ini esensial untuk mendongkrak produktivitas pertanian nasional dan secara langsung berkontribusi pada pencapaian swasembada pangan yang berkelanjutan.









Tinggalkan komentar