wartakini.id – Industri otomotif Thailand dikejutkan dengan keputusan Suzuki Motor yang resmi menghentikan produksi kendaraan di Negeri Gajah Putih tersebut. Langkah ini diambil setelah Suzuki menghadapi persaingan sengit, terutama dari gempuran mobil-mobil terjangkau dan kendaraan listrik asal China.

Related Post
Sebagai konsekuensi dari penutupan ini, Suzuki sepakat untuk menjual pabrik perakitan mereka yang berlokasi di Rayong kepada raksasa otomotif asal Amerika Serikat, Ford Motor Company. Kesepakatan jual beli telah ditandatangani, dan proses pengalihan lahan serta aset diharapkan rampung dalam beberapa bulan mendatang.

Nilai transaksi penjualan pabrik tersebut masih dirahasiakan. Namun, pabrik Rayong merupakan investasi besar bagi Suzuki, dengan nilai mencapai sekitar 20 miliar yen. Fasilitas ini telah beroperasi sejak tahun 2012 dan memiliki kapasitas produksi hingga 80.000 unit per tahun.
Pada masa jayanya, pabrik Rayong mencatatkan penjualan hampir 60.000 unit, termasuk model-model andalan Suzuki seperti Suzuki Swift. Penjualan pabrik ini menandai berakhirnya era produksi Suzuki di Thailand, sekaligus membuka babak baru bagi Ford untuk memperluas operasinya di kawasan Asia Tenggara.









Tinggalkan komentar