SKK Migas Bidik 39 Sumur, Buru ‘Ikan Raksasa’ Demi Target Minyak 2026!

Related Post
wartakini.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menunjukkan komitmen kuat untuk mencapai target lifting minyak nasional yang ambisius. Dengan target 610 ribu barel per hari pada tahun 2026, yang dicanangkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), SKK Migas mengintensifkan upaya eksplorasi di seluruh penjuru negeri demi mengoptimalkan sumber daya potensial.

Langkah strategis ini diungkapkan oleh Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus. Menurut Rikky, pengeboran sumur eksplorasi menjadi kunci signifikan dalam mencapai target tersebut. Oleh karena itu, SKK Migas telah memetakan rencana pengeboran di 39 sumur minyak potensial sepanjang tahun 2026.
Rikky menjelaskan bahwa sumur-sumur ini diperkirakan menyimpan cadangan sumber daya melimpah, hasil dari penemuan cadangan yang telah dilakukan beberapa tahun terakhir. Harapan besar disematkan pada lima kegiatan eksplorasi utama yang tersebar di berbagai wilayah.
"Ada 5 kegiatan yang kami harapkan dan mohon doa dari Bapak dan Ibu semua, sumur-sumur yang ada di Sumatera, ada di lepas pantai Natuna, ada di Laut Arafura, maupun di Jawa, untuk bisa memberikan hasil positif dengan temuan-temuan yang kita nilai bisa menjadi bagian dari big fish ataupun giant discovery," ujar Rikky dalam sebuah diskusi daring pada Rabu (4/1/2026), seperti dikutip dari wartakini.id.
Lebih lanjut, Rikky memaparkan bahwa SKK Migas telah mengidentifikasi 301 struktur yang berpotensi menjadi kilang minyak. Dari jumlah tersebut, 79 struktur kini sedang dalam proses Penentuan Status Eksplorasi (PSE), dengan potensi cadangan mencapai 259 Million Barrels of Oil (MMBO) dan 3,9 Trillion Cubic Feet (TCF). Angka ini menunjukkan potensi besar yang belum sepenuhnya tergali di sektor hulu migas Indonesia.
Tak hanya itu, SKK Migas juga memetakan potensi dari 4.500 sumur menganggur (idle wells) yang tersebar di Indonesia. Rinciannya, 4.200 sumur merupakan milik Pertamina, sementara sisanya dimiliki oleh pihak swasta. Pemanfaatan kembali sumur-sumur ini diharapkan dapat turut berkontribusi pada peningkatan produksi minyak nasional, mendukung ketahanan energi di masa depan.










Tinggalkan komentar