wartakini.id, Jakarta – Angin segar berhembus bagi ribuan korban bencana di Sumatera. Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi mengumumkan rampungnya proses validasi data calon penerima bantuan stimulan untuk perbaikan rumah yang rusak. Hasilnya, sebanyak 27.173 keluarga dipastikan memenuhi kriteria dan siap menjadi prioritas utama untuk mendapatkan uluran tangan pembangunan kembali hunian mereka.

Related Post
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa validasi data ini merupakan pilar penting dalam mewujudkan Data Tunggal Bencana Sumatera. "Tujuannya jelas, agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan cepat, efektif, dan transparan," ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini. Ia menambahkan, BPS telah berhasil menuntaskan pemadanan data di 46 dari total 52 kabupaten/kota yang terdampak bencana di wilayah tersebut.

"BPS memiliki mandat untuk mengelola dan membangun data tunggal bencana, mulai dari pendataan, pemutakhiran, hingga integrasi dan pemanfaatan data lintas kementerian dan lembaga. Ini krusial agar setiap bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran," imbuhnya, seperti dikutip wartakini.id.
Proses yang dilalui BPS tidaklah mudah. Dari 115.417 data awal yang masuk, tim BPS harus melakukan penyaringan yang sangat ketat. Ditemukan berbagai anomali, mulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang kosong, format NIK yang tidak sesuai standar, hingga adanya data ganda yang berpotensi menghambat penyaluran bantuan.
Setelah melalui tahap pemadanan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), jumlah data yang valid mengerucut menjadi 90.066 keluarga unik. Data ini kemudian secara resmi diusulkan melalui Surat Keputusan (SK) dari masing-masing kepala daerah terkait.
Untuk 25 kabupaten/kota yang menjadi fokus utama, validasi data dilakukan secara berlapis oleh tiga institusi kunci: Kepala Daerah, Kejaksaan Negeri (Kejari), dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres). Dari proses berlapis ini, teridentifikasi 28.259 keluarga unik. Dari angka tersebut, sebanyak 27.173 keluarga telah berhasil diverifikasi secara mendalam terkait tingkat kerusakan hunian mereka.
Rincian tingkat kerusakan dari 27.173 keluarga yang telah divalidasi menunjukkan bahwa 12.619 keluarga (46,44%) mengalami kerusakan ringan. Sementara itu, 5.501 keluarga (20,24%) teridentifikasi mengalami kerusakan sedang, dan 6.942 keluarga (25,55%) menghadapi kerusakan berat pada tempat tinggal mereka. Dengan rampungnya validasi ini, diharapkan bantuan dapat segera disalurkan, membawa harapan baru bagi para korban bencana di Sumatera.








Tinggalkan komentar