wartakini.id, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengonfirmasi adanya keluhan signifikan dari para pelaku usaha terkait gangguan serius pada rantai pasok global. Situasi ini disebut sebagai imbas langsung dari eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Related Post
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengungkapkan bahwa dampak konflik tersebut sangat terasa. "Pasti banyak sekali [keluhan]. Bagaimanapun juga, bukan hanya logistik yang terganggu, tetapi juga memicu mental ‘wait and see’ di kalangan pelaku usaha. Itu pasti terjadi," kata Anindya saat ditemui wartakini.id di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat lalu.

Anindya, yang akrab disapa Anin, menambahkan bahwa banyak perusahaan kini menghadapi kondisi force majeure. "Ini bukan karena ketidakmampuan perusahaan, melainkan karena ketersediaan pasokan yang memang tidak ada," jelasnya, menegaskan bahwa masalahnya ada pada sisi suplai.
Meski demikian, Anin menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada keluhan spesifik dari pelaku usaha mengenai penurunan volume ekspor. Namun, ia tidak menampik bahwa gejolak di Timur Tengah ini akan memiliki implikasi signifikan terhadap sektor logistik.
"Secara spesifik, keluhan penurunan ekspor memang belum kami terima. Namun, dengan kondisi logistik yang tidak menentu seperti ini, dampaknya pasti akan terasa. Kami perlu mencermati situasi ini dengan saksama sebelum mengambil keputusan konkret," pungkas Anin.










Tinggalkan komentar