Konsumen RI Makin Cerdas, Diskon Saja Tak Cukup!

Konsumen RI Makin Cerdas, Diskon Saja Tak Cukup!

Wartakini.id – Perilaku belanja konsumen di Indonesia kini mengalami transformasi signifikan. Tekanan biaya hidup yang terus meningkat telah mendorong masyarakat untuk menjadi jauh lebih selektif, tidak lagi hanya terpikat oleh iming-iming diskon semata. Fenomena ini menuntut merek-merek untuk beradaptasi, bertransformasi menjadi "spending partner" yang proaktif membantu konsumen merencanakan pengeluaran, memilih produk bernilai, dan memaksimalkan setiap transaksi.

Related Post

Pergeseran pola konsumsi ini tercermin dari data tren belanja Ramadhan sebelumnya. Meskipun puncak aktivitas belanja tetap terjadi sekitar dua minggu sebelum hingga dua minggu setelah Ramadhan, kini ada penekanan yang lebih kuat pada pertimbangan nilai dan perencanaan yang matang dalam setiap pembelian.

Konsumen RI Makin Cerdas, Diskon Saja Tak Cukup!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menurut Kukuh Prayogi, Enterprise Business Director Infobip, konsumen Indonesia memang dikenal memiliki sensitivitas tinggi terhadap harga. "Dalam situasi ekonomi saat ini, mereka semakin aktif membandingkan harga, memperpanjang fase pertimbangan sebelum membeli, dan mulai melakukan riset lebih awal menjelang Ramadhan. Artinya, brand tidak cukup hanya hadir dengan promosi besar, tetapi harus mampu memberikan nilai yang benar-benar relevan bagi konsumen," jelasnya dalam sebuah pernyataan baru-baru ini.

Konsumen kini secara nyata beralih ke pola konsumsi yang lebih terencana. Perubahan fundamental ini mendorong merek untuk memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) guna memahami pola belanja secara lebih mendalam, menawarkan rekomendasi personal yang tepat sasaran, dan membangun interaksi yang lebih relevan serta bermakna dengan konsumen.

Jika beberapa tahun lalu perubahan perilaku konsumen terutama didorong oleh gelombang digitalisasi dan meningkatnya penetrasi smartphone, kini faktor utamanya adalah pola konsumsi yang semakin cerdas dan terencana. Konsumen tidak hanya mencari kemudahan, tetapi juga nilai dan relevansi personal.

"Konsumen Indonesia saat ini tidak hanya ingin pengalaman digital yang cepat dan nyaman, tetapi juga ingin merasa bahwa brand memahami kebutuhan mereka secara personal. Oleh karena itu, strategi komunikasi yang bersifat ‘one for all’ semakin sulit efektif dan cenderung diabaikan," tambah Yogi, menekankan pentingnya personalisasi dalam strategi pemasaran modern.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar