Inflasi Maret Melandai, BPS Ungkap ‘Jebakan’ Listrik Tahun Lalu!

Inflasi Maret Melandai, BPS Ungkap 'Jebakan' Listrik Tahun Lalu!

Wartakini.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi tahunan pada Maret 2026 berhasil melandai ke angka 3,48 persen. Capaian ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 4,76 persen. Meskipun demikian, BPS menegaskan bahwa angka inflasi yang tercatat ini masih menyimpan jejak dari kebijakan diskon tarif listrik yang diberlakukan pemerintah pada tahun 2025.

Kepala BPS RI, Amalia Adingggar Widyasanti, dalam keterangan resminya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/4/2026), menjelaskan bahwa faktor utama di balik tingginya inflasi tahunan Maret 2026 adalah efek dasar rendah (low-base effect) dari normalisasi tarif listrik. Fenomena ini membuat inflasi terlihat lebih tinggi dari kondisi sebenarnya.

Inflasi Maret Melandai, BPS Ungkap 'Jebakan' Listrik Tahun Lalu!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Pada periode Januari-Februari 2025, pemerintah menerapkan kebijakan diskon tarif listrik, yang secara otomatis menekan level harga pada saat itu di bawah tren normal dan menyebabkan deflasi pada komponen tarif listrik dalam Indeks Harga Konsumen (IHK)," terang Amalia. Ia melanjutkan, "Kemudian, meski tarif listrik prabayar kembali normal pada Maret 2025, diskon untuk pascabayar masih berlanjut. Jadi, ketika kita melihat inflasi Maret 2026, angka tersebut tercatat lebih tinggi karena dibandingkan dengan periode diskon tahun lalu, padahal harga sesungguhnya telah kembali ke kondisi semula."

Secara lebih rinci, Amalia memaparkan bahwa inflasi tahunan untuk tarif listrik pada Maret 2026 mencapai 26,99 persen. Dampak dari efek dasar rendah ini juga sangat terasa pada kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, yang mencatat inflasi tahunan sebesar 7,24 persen dengan andil terhadap inflasi umum mencapai 1,08 persen.

Untuk memberikan gambaran yang lebih transparan, BPS melakukan simulasi khusus. "Berdasarkan hasil simulasi BPS, apabila kebijakan diskon listrik pada Januari-Februari 2025 tidak pernah ada, maka inflasi bulan Maret 2026 diperkirakan akan berada pada kisaran 2,48 persen," ungkap Amalia. Angka simulasi ini secara jelas menunjukkan betapa besar pengaruh kebijakan diskon tahun lalu dalam membentuk persepsi inflasi saat ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar