wartakini.id, Jakarta – Pekan perdagangan 18-22 Mei 2026 menjadi periode yang mencekam bagi sebagian besar investor di Bursa Efek Indonesia. Saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan, sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) harus menelan pil pahit dengan penurunan harga yang sangat drastis, bahkan melampaui 50 persen.

Related Post
Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat terperosok hingga 8,35 persen sepanjang pekan ini. Gelombang aksi jual yang masif di pasar memicu koreksi mendalam pada banyak emiten, menempatkan beberapa di antaranya dalam daftar saham dengan pelemahan terbesar (top losers). Fenomena ini menunjukkan bahwa tekanan pasar begitu kuat, bahkan mampu menggerus lebih dari separuh nilai beberapa saham dalam waktu singkat.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi salah satu emiten yang paling terpukul. Saham perusahaan petrokimia raksasa ini mengalami koreksi yang sangat dalam, mencapai 53,49 persen dalam sepekan. Jika pada pekan sebelumnya TPIA masih bertengger di level 4.300, kini saham tersebut harus puas ditutup di angka 2.000, meninggalkan kerugian besar bagi para pemegang sahamnya.
Nasib serupa juga menimpa PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA). Saham yang belum lama ini menjadi perhatian publik karena struktur konsentrasi kepemilikannya yang tinggi ini, anjlok 50,20 persen. Dari harga 1.265, WBSA kini terdampar di level 630 pada penutupan perdagangan pekan ini, melengkapi daftar saham yang hancur lebur di tengah gejolak pasar.










Tinggalkan komentar