Bahaya Mengintai! Nissan Tarik 70 Ribu Mobil di China
wartakini.id – Raksasa otomotif Jepang, Nissan, kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan penarikan (recall) besar-besaran hampir 70.000 unit kendaraannya di pasar Tiongkok. Langkah ini diambil menyusul ditemukannya potensi kerusakan pada rakitan pedal gas, sebuah isu krusial yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Penarikan ini juga terjadi di tengah upaya Nissan untuk memperkuat strategi kendaraan listriknya di pasar otomotif Tiongkok yang sangat kompetitif.
Baca Juga

Dua model sedan listrik terbaru Nissan, N6 dan N7, menjadi fokus utama penarikan ini. Investigasi menemukan bahwa rakitan pedal gas pada kedua model tersebut memiliki potensi cacat desain. Setelah penggunaan dalam jangka waktu tertentu, keausan internal dapat terjadi akibat desain yang kurang optimal. Kondisi ini berpotensi mengganggu kemampuan pedal untuk kembali ke posisi semula. Dalam kasus yang parah, pedal bahkan bisa menjadi tidak responsif, menciptakan bahaya serius dan meningkatkan kemungkinan terjadinya insiden di jalan.
Kampanye penarikan yang diumumkan oleh Administrasi Keamanan dan Kualitas Produk Nasional China pada 22 Mei ini mencakup total 68.265 unit kendaraan. Rinciannya adalah 49.465 unit N7, model kendaraan listrik murni (BEV), dan 18.800 unit N6, model hibrida plug-in (PHEV). Nissan N6 sendiri merupakan sedan ukuran menengah yang diproduksi melalui usaha patungan Dongfeng Nissan.
Meskipun hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kecelakaan atau cedera yang terkait langsung dengan cacat pedal gas ini, pihak produsen memutuskan untuk segera memulai penarikan kembali sebagai langkah antisipatif. Keputusan ini menunjukkan komitmen Nissan terhadap keselamatan konsumen dan upaya proaktif untuk mencegah potensi risiko keselamatan di masa mendatang.
Penarikan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Nissan, terutama saat mereka berupaya keras untuk menancapkan dominasinya di segmen kendaraan listrik Tiongkok. Pasar Tiongkok dikenal sangat kompetitif dengan pemain lokal yang kuat, sehingga setiap isu kualitas dapat berdampak signifikan pada reputasi dan penjualan. Langkah cepat Nissan diharapkan dapat memulihkan kepercayaan konsumen dan memastikan keamanan produk mereka di pasar yang krusial ini.




