Ferrari Luce Dihujat, Lamborghini Ungkap Strategi Jitu!

Author Image

Masih Lionel

29 Mei 2026, 05:06 WIB

wartakini.id – MILAN – CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, dengan percaya diri membela keputusan strategis perusahaannya untuk menunda pengembangan mobil listrik (EV) sepenuhnya. Keputusan ini semakin diperkuat setelah rival senegaranya, Ferrari, dihantam gelombang kritik pasca peluncuran model EV perdananya, Ferrari Luce.

Mengutip laporan CNBC, Winkelmann menegaskan bahwa langkah Lamborghini untuk menghentikan proyek EV murni seperti Lanzador dan beralih fokus pada teknologi plug-in hybrid (PHEV) merupakan "langkah yang sangat tepat" bagi merek berlogo banteng mengamuk itu. Ia menjelaskan, permintaan konsumen terhadap kendaraan listrik murni, terutama di segmen supercar mewah berkinerja tinggi, belum menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Ferrari Luce Dihujat, Lamborghini Ungkap Strategi Jitu!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

"Melihat situasi pasar, kami menemukan bahwa penerimaan pelanggan terhadap EV untuk kategori pelanggan kami belum meningkat seperti yang diharapkan. Itulah mengapa kami memilih untuk beralih dari EV sepenuhnya ke plug-in hybrid," terang Winkelmann.

Pernyataan Winkelmann ini bukan tanpa alasan. Hanya berselang beberapa hari sebelumnya, Ferrari memperkenalkan Ferrari Luce, model EV pertama dari pabrikan mobil sport legendaris Italia tersebut, yang langsung memantik beragam reaksi negatif, baik dari kalangan penggemar setia maupun para investor. Akibatnya, nilai saham Ferrari dilaporkan merosot tajam, sekitar 8 persen di bursa Milan dan 5,3 persen di New York, segera setelah debut model tersebut. Kritik keras yang diterima Ferrari Luce seolah menjadi validasi atas kehati-hatian Lamborghini dalam merumuskan strategi elektrifikasi mereka.

Related Post