Waspada! Ban Mobil Anda Cepat Aus di Musim Kemarau?

Author Image

Masih Lionel

1 Juni 2026, 05:06 WIB

wartakini.id – JAKARTA – Popularitas kendaraan SUV di Indonesia terus meroket, seiring meningkatnya permintaan akan mobil yang nyaman, fleksibel, dan tangguh di berbagai medan. Namun, di balik tren positif ini, ada satu aspek krusial yang wajib diperhatikan para pemiliknya, terutama saat musim kemarau tiba: kondisi ban. Pengendara perlu ekstra waspada terhadap potensi ban aus, retak, bahkan risiko pecah ban akibat suhu ekstrem dan kondisi jalan yang menantang.

Faktanya, ketika suhu permukaan jalan melonjak drastis di musim kemarau, suhu udara di dalam ban juga ikut naik. Fenomena ini menyebabkan tekanan angin dalam ban bertambah sekitar 1 PSI untuk setiap kenaikan suhu 5-6 derajat Celsius. Bagi kendaraan SUV yang memiliki bobot dan kapasitas muatan lebih besar, kondisi ini membuat ban bekerja jauh lebih keras. Beban kerja ekstra ini semakin terasa saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi di atas aspal yang panas membakar.

Waspada! Ban Mobil Anda Cepat Aus di Musim Kemarau?
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Apriyanto Yuwono, National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), menjelaskan bahwa peningkatan suhu pada ban saat berkendara, khususnya di musim kemarau, adalah hal yang normal. "Namun, apabila suhu dan tekanan angin di dalam ban meningkat secara berlebihan, kondisi tersebut dapat mengurangi daya cengkeram hingga meningkatkan risiko pecah ban," tegas Apriyanto. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya bagi pengguna SUV untuk memeriksa tekanan angin secara berkala, terutama saat kondisi ban masih dingin, guna menghindari pengisian tekanan angin yang berlebihan.

Menjaga performa ban tetap optimal menjadi semakin krusial, terutama saat kendaraan melintasi permukaan jalan yang rusak. Temuan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bahkan menyoroti bahwa faktor internal ban, seperti tekanan angin yang tidak ideal, kerap menjadi salah satu pemicu utama yang memperbesar risiko insiden di jalan tol. Ambil contoh kerusakan jalan di beberapa titik Tol Jagorawi pada awal Mei lalu; ban yang tidak berada dalam kondisi prima akan sangat rentan mengalami aus hingga pecah ban di situasi ekstrem semacam itu.

Meskipun total penjualan wholesales mobil pada tahun 2025 diproyeksikan mengalami penurunan sebesar 7.2% dibanding tahun sebelumnya, tren SUV diperkirakan akan tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Ini menandakan bahwa kesadaran akan pentingnya perawatan ban yang tepat di musim kemarau akan semakin vital demi keselamatan dan kenyamanan berkendara bagi masyarakat Indonesia.

Related Post