Drone AI Mati Kutu! Rusia Hidupkan Kembali Kamuflase Perang Dunia I

Author Image

Masih Lionel

4 Juni 2026, 09:06 WIB

wartakini.id – London, sebuah strategi cerdik kembali diusung oleh militer Rusia dalam menghadapi ancaman modern. Mereka dilaporkan tengah mengaplikasikan dan menguji coba pola kamuflase ‘Dazzle’ pada armada truk militernya. Langkah ini bukan tanpa alasan, melainkan dirancang khusus untuk mengecoh dan mengganggu algoritma identifikasi target otomatis pada pesawat tanpa awak (UAV) atau drone berteknologi kecerdasan buatan.

Fenomena ini pertama kali terkuak melalui berbagai platform media sosial, di mana gambar-gambar kendaraan militer dengan skema warna yang tak lazim mulai beredar luas. Situs berita militer terkemuka, The War Zone (TWZ), turut mengonfirmasi temuan ini. Kendaraan yang menjadi sasaran eksperimen ini meliputi truk tugas berat populer seperti Ural dan KamAZ, yang dikenal sebagai tulang punggung logistik militer Rusia. Setidaknya dua varian pola Dazzle telah teridentifikasi: satu menampilkan garis-garis lebar kontras menyerupai zebra, sementara yang lain mengadopsi pola organik yang rumit dengan elemen melingkar, sekilas mirip guratan daun. Uniknya, cat kamuflase ini diaplikasikan secara menyeluruh, mencakup hampir seluruh permukaan eksterior kendaraan, bahkan hingga ke detail seperti roda dan ban.

Drone AI Mati Kutu! Rusia Hidupkan Kembali Kamuflase Perang Dunia I
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Penerapan pola kamuflase ini secara langsung membangkitkan ingatan akan teknik ‘Dazzle’ yang legendaris, yang pertama kali dipopulerkan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris pada armada mereka selama Perang Dunia I. Konsep ini dicetuskan pada tahun 1917 oleh seniman angkatan laut Norman Wilkinson. Pada masa itu, tujuan utamanya adalah untuk mengurangi efektivitas serangan kapal selam Jerman. Caranya? Dengan menciptakan ilusi optik dan kebingungan visual melalui blok-blok geometris berwarna hitam dan putih yang kontras, sehingga sulit bagi musuh untuk menentukan jenis, arah, dan kecepatan kapal.

Jauh berbeda dengan kamuflase konvensional yang berupaya menyamarkan objek agar menyatu dengan lingkungan sekitarnya, esensi dari kamuflase Dazzle justru terletak pada kemampuannya untuk tidak menyatu. Sebaliknya, tujuan utamanya adalah untuk secara aktif mempersulit pengamat—baik mata manusia maupun, kini, sistem AI pada drone—dalam menentukan secara akurat jenis kendaraan, kecepatan geraknya, serta arah perjalanannya. Dengan demikian, Rusia berharap dapat meminimalkan risiko identifikasi dan penargetan presisi oleh teknologi drone musuh yang semakin canggih.

Related Post