Revolusi Harga PHEV BYD Guncang Indonesia

Author Image

Masih Lionel

13 Juni 2026, 05:06 WIB

wartakini.id – Pasar kendaraan listrik hibrida plug-in atau PHEV di Indonesia tengah bersiap menghadapi era baru yang revolusioner. Lompatan penjualan yang fantastis diproyeksikan bakal terjadi, didorong oleh kehadiran sebuah model baru yang mengubah peta persaingan secara drastis. Angka-angka berbicara sendiri menunjukkan lonjakan luar biasa yang tak terduga.

Dari hanya 136 unit terjual sepanjang tahun 2024, penjualan PHEV di Tanah Air diperkirakan akan melesat hingga 5.270 unit pada 2025. Ini adalah pertumbuhan fenomenal mencapai 3.775 persen. Momentum positif ini terus berlanjut, dengan 2.089 unit sudah terjual dari Januari hingga April 2026 saja, menunjukkan kenaikan sekitar 2.196 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bahkan, April 2026 mencatat penjualan 569 unit, naik 60,3 persen dari bulan sebelumnya.

Revolusi Harga PHEV BYD Guncang Indonesia
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Puncak dari gelombang perubahan ini tiba pada 12 Juni 2026, ketika BYD secara resmi mengumumkan harga untuk model M6 DM. Dengan banderol mulai dari Rp 298 juta, BYD M6 DM mencetak sejarah sebagai PHEV resmi pertama di Indonesia yang menembus batas harga Rp 300 juta. Langkah berani ini secara efektif memotong harga lantai PHEV yang sebelumnya ditawarkan oleh model seperti Wuling Eksion PHEV CE sebesar Rp 449 juta, hingga sekitar 34 persen.

Harga Rp 298 juta ini bukan sekadar angka. Selama ini, kendaraan PHEV identik dengan segmen menengah ke atas, menjadikannya barang mewah yang sulit dijangkau oleh mayoritas konsumen. Namun, M6 DM kini masuk tepat ke "zona emas" pasar otomotif nasional, yaitu segmen harga Rp 250-350 juta. Di sinilah para raksasa seperti Avanza, Xpander, dan Stargazer bertarung memperebutkan volume penjualan ratusan ribu unit setiap tahunnya.

"Hari ini, BYD Indonesia dengan bangga mengumumkan harga yang semakin terjangkau, dimulai dari Rp 298.000.000. Ini membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat Indonesia untuk merasakan langsung manfaat teknologi DM dalam kehidupan sehari-hari mereka," ujar Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia.

Sebagai gambaran perbandingan, saat Wuling Eksion memasuki pasar dengan harga Rp 449 juta pada April 2026, model tersebut langsung merebut posisi kedua nasional dengan penjualan 183 unit per bulan. Dengan selisih harga Rp 151 juta yang jauh lebih murah, ditambah dukungan jaringan dealer BYD yang sudah luas, proyeksi penjualan M6 DM sebesar 300 hingga 600 unit per bulan setelah fase ramp-up bukanlah hal yang berlebihan. Bahkan, sangat mungkin angka tersebut akan melampaui 1.000 unit setiap bulannya. Kehadiran BYD M6 DM diprediksi kuat akan melipatgandakan pertumbuhan pasar PHEV hingga dua bahkan tiga kali lipat dibandingkan tahun 2025.

Related Post