wartakini.id – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini membuat pernyataan mengejutkan terkait nasib sejumlah perusahaan pertahanan strategis nasional. Ia mengungkapkan bahwa PT PAL PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia PTDI nyaris berpindah tangan ke pihak asing namun rencana tersebut berhasil ia gagalkan. Penegasan ini disampaikan Prabowo dalam sebuah pidato di Lombok yang juga menjadi momen peresmian lima bendungan.
Baca Juga
Mantan Menteri Pertahanan itu secara tegas menyatakan komitmennya untuk membangkitkan kembali kekuatan industri pertahanan Tanah Air. "Banyak sekali perusahaan yang tadinya mau dijual ke asing Saya larang" ujar Prabowo dengan nada berapi-api. Ia bertekad untuk menghidupkan kembali semua perusahaan vital tersebut demi kedaulatan dan kemandirian bangsa.

Prabowo lantas memaparkan perkembangan positif yang telah dicapai oleh sektor pertahanan. PT PAL misalnya kini telah menunjukkan kapabilitas luar biasa dalam memproduksi kapal-kapal perang modern bahkan mampu merakit kapal selam canggih. "PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat bahkan kapal selam" katanya penuh kebanggaan.
Tak berhenti di situ PT Pindad juga menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Prabowo menginformasikan bahwa perusahaan pembuat senjata kebanggaan Indonesia itu baru saja mendapatkan kontrak besar dari Arab Saudi. "Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan diproduksi oleh PT Pindad Senjata kita teruji" ungkapnya menandakan kualitas produk dalam negeri yang diakui dunia.
Langkah penyelamatan dan revitalisasi industri pertahanan ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk membenahi badan usaha milik negara BUMN secara menyeluruh. Prabowo menyoroti inefisiensi yang telah lama membelenggu banyak perusahaan pelat merah. Ratusan BUMN telah ditutup sebagai bagian dari reformasi tata kelola demi menciptakan perusahaan yang lebih efisien dan berkontribusi maksimal bagi perekonomian nasional.





































