wartakini.id – Di tengah badai persaingan sengit dan anjloknya penjualan yang mencapai 60% di pasar Tiongkok raksasa otomotif Jepang Honda justru membuat langkah mengejutkan. Alih-alih angkat kaki dari arena otomotif Negeri Tirai Bambu yang kian menantang Honda justru memperpanjang kemitraan strategisnya dengan Guangzhou Automobile Group GAC hingga tahun 2038. Sebuah keputusan berani yang menunjukkan tekad pantang mundur.
Baca Juga
Seperti banyak pabrikan global lainnya Honda menghadapi penurunan penjualan yang signifikan di China beberapa tahun terakhir. Namun berbeda dengan dugaan banyak pihak yang memperkirakan mereka akan mundur perjanjian usaha patungan yang semula berakhir pada 2028 kini diperbarui untuk satu dekade ke depan. Ini adalah sinyal kuat bahwa Honda siap bertarung habis-habisan di era elektrifikasi.

Aliansi antara Honda dan GAC telah terjalin sejak 1999 dan selama ini berhasil menjual lebih dari 11 juta unit kendaraan kepada konsumen Tiongkok. Perpanjangan kontrak ini bukan tanpa alasan. Honda tampaknya ingin memastikan posisinya tetap kokoh di pasar raksasa tersebut terutama saat transisi menuju kendaraan listrik diproyeksikan mencapai puncaknya pada tahun 2038.
Data penjualan menunjukkan betapa beratnya medan laga bagi Honda. Pada tahun 2020 saja mereka berhasil melego 162 juta kendaraan di China melalui dua usaha patungannya yakni dengan GAC dan Dongfeng. Angka tersebut kini jauh menurun namun semangat untuk mempertahankan dominasi pasar tetap membara. Keputusan ini menegaskan komitmen Honda untuk terus berinovasi dan beradaptasi menghadapi gempuran mobil listrik lokal yang kian merajalela.





































