wartakini.id – Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati kembali mencetak sejarah dengan ditunjuk sebagai Ketua Bersama Independen untuk penggalangan dana putaran ke-22 Asosiasi Pembangunan Internasional IDA22 di bawah naungan Grup Bank Dunia. Sebuah amanah besar kini berada di pundaknya untuk membantu negara-negara paling membutuhkan di dunia.
Baca Juga
Tugas berat menanti Sri Mulyani Ia akan menjadi garda terdepan dalam mengadvokasi dukungan kebijakan serta finansial yang lebih kokoh bagi IDA22 dari seluruh negara penyumbang dan penerima bantuan. Informasi ini terungkap dari pernyataan resmi Bank Dunia di Jakarta pada Rabu 5 Agustus 2026. Dalam menjalankan amanah ini Sri Mulyani tidak sendiri Ia akan berkolaborasi dengan Paschal Donohoe yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana sekaligus Kepala Pengetahuan Grup Bank Dunia.

Pemilihan Sri Mulyani bukanlah tanpa persaingan ketat Ia berhasil unggul dari sejumlah kandidat lain setelah melalui proses seleksi ketat oleh komite pencari yang beranggotakan perwakilan dari negara-negara penyumbang dana dan penerima manfaat. Perlu diketahui bahwa pertemuan penggalangan dana IDA ini rutin digelar setiap tiga tahun sekali Agendanya adalah mengumpulkan suntikan dana segar untuk IDA yang diperuntukkan bagi negara-negara paling membutuhkan serta meninjau ulang kebijakan-kebijakan IDA bersama para mitra.
Sejak putaran IDA18 struktur kepemimpinan penggalangan dana IDA memang melibatkan dua ketua bersama Satu posisi diisi oleh figur independen terkemuka yang memiliki pemahaman mendalam tentang bank pembangunan multilateral sementara posisi lainnya dipercayakan kepada perwakilan tingkat tinggi dari Grup Bank Dunia yang ditunjuk langsung oleh Presiden lembaga itu.
Keputusan menunjuk Sri Mulyani bukan tanpa dasar kuat Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia ini diakui sebagai salah satu figur paling berpengalaman di kancah global dalam ranah keuangan pembangunan internasional. Selain itu saat ini ia juga menjabat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025-2026 di Universitas Oxford sebuah pengakuan atas kepemimpinan dan keahliannya di panggung dunia.





































