wartakini.id – Lonjakan harga bawang putih yang sempat memicu kekhawatiran dan menjadi salah satu pemicu inflasi pangan kini mulai menemukan titik terang. Badan Pangan Nasional Bapanas bergerak cepat menanggapi gejolak ini dengan serangkaian langkah strategis demi menjamin ketersediaan pasokan dan menstabilkan harga di pasaran.
Baca Juga
Menyikapi situasi genting ini dua rapat koordinasi penting telah diselenggarakan. Rapat pertama dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Polri sebuah indikasi keseriusan pemerintah dalam menangani isu pangan. Pertemuan ini turut mengikutsertakan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait lainnya. Fokus utama pembahasan adalah percepatan produksi bawang putih di dalam negeri sebagai upaya krusial untuk memperkuat stok nasional.

Selanjutnya Bapanas mengambil alih koordinasi dengan menggelar rapat lanjutan yang secara spesifik menyoroti kondisi pasokan dan fluktuasi harga di dua sentra pasar induk utama. Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas Brigjen Pol Hermawan membeberkan hasil pemantauan yang cukup menggembirakan. Di Pasar Induk Kramat Jati suplai bawang putih melonjak drastis hingga 15349 persen mencapai 109 ton dengan harga yang relatif stabil di kisaran Rp23000 per kilogram.
Situasi serupa juga terpantau di Pasar Induk Tanah Tinggi di mana harga bawang putih bertahan di angka sekitar Rp29000 per kilogram. Kendati demikian Hermawan juga menyampaikan aspirasi dari para distributor yang menyoroti pentingnya pengaturan kuota impor. Mereka khawatir minimnya suplai impor dapat mempersempit ruang distribusi dan mengikis margin keuntungan usaha apabila kenaikan harga tidak bisa dibebankan kepada pedagang maupun konsumen akhir.
Di sisi lain data terbaru dari Badan Pusat Statistik BPS untuk bulan Juli 2026 mengisyaratkan adanya peredaan tekanan harga. Jumlah kabupaten atau kota yang mengalami kenaikan harga bawang putih tercatat menurun menjadi 248 daerah dari sebelumnya 261 daerah pada bulan Juni. Angka ini menjadi sinyal positif bahwa gejolak harga komoditas penting ini berangsur mereda.





































