Terungkap Cara Cerdas Beli Mobil Tanpa Cemas

Author Image

Masih Lionel

12 Agustus 2026, 09:06 WIB

wartakini.id – Impian memiliki kendaraan pribadi seringkali terbentur pilihan pembiayaan yang membingungkan. Untuk menjawab tantangan ini Otoritas Jasa Keuangan OJK bersama PT Toyota Astra Financial Services TAF hadir di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show GIIAS 2026. Mereka membekali masyarakat dengan panduan cerdas agar keputusan finansial lebih bijak terutama saat mengajukan kredit kendaraan.

Program bertajuk Literasi dan Inklusi Keuangan Cerdas Mengelola Keuangan Bebas Cemas di Masa Depan ini digelar di ICE BSD Tangerang. Kolaborasi strategis ini bertujuan membentengi konsumen dengan pemahaman finansial yang kuat sebelum mereka terjun ke layanan pembiayaan. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan setiap cicilan tidak menjadi beban di kemudian hari.

Terungkap Cara Cerdas Beli Mobil Tanpa Cemas
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Direktur TAF Ezar Kumendong menegaskan bahwa pemahaman finansial adalah fondasi utama bagi pembiayaan yang sehat. Konsumen yang benar-benar mengerti produk serta kondisi keuangan pribadinya akan mampu mengambil keputusan yang lebih rasional. Pada akhirnya hal ini akan menciptakan portofolio pembiayaan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi seluruh industri.

Edukasi ini datang di tengah geliat positif sektor otomotif nasional. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Gaikindo menunjukkan penjualan mobil domestik sepanjang paruh pertama 2026 telah mencapai 436.564 unit. Angka ini melonjak signifikan 159 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan peningkatan penjualan kendaraan industri pembiayaan juga membukukan tren yang menggembirakan. OJK melaporkan piutang pembiayaan per Juni 2026 menyentuh angka Rp51126 triliun tumbuh 188 persen secara tahunan. Ini mengindikasikan bahwa permintaan akan fasilitas pembiayaan tetap kokoh di tengah pemulihan pasar.

Namun di balik angka-angka positif tersebut ada pekerjaan rumah besar. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan SNLIK 2025 mengungkapkan indeks literasi keuangan Indonesia masih di angka 6646 persen. Sementara itu indeks inklusi keuangan sudah mencapai 8051 persen. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang sudah mengakses layanan keuangan namun belum sepenuhnya memahami manfaat serta risiko yang melekat padanya. Inilah urgensi mengapa edukasi seperti yang digagas OJK dan TAF menjadi sangat vital.

Related Post