wartakini.id – Sebuah keputusan mengejutkan datang dari raksasa otomotif global General Motors Setelah 21 tahun malang melintang di pasar domestik Tiongkok Chevrolet dikabarkan resmi menghentikan penjualan produknya Namun jangan salah langkah strategis ini bukan berarti akhir dari kiprah Chevrolet di Negeri Tirai Bambu justru ada kejutan di baliknya
Baca Juga
Dalam pernyataan resmi yang dirilis GM China pada 10 Agustus melalui National Business Daily mereka memastikan bahwa operasi produksi model Chevrolet di Tiongkok akan terus berlanjut Bukan untuk konsumen lokal melainkan khusus ditujukan bagi pasar ekspor internasional GM melihat bahwa lini kendaraan Chevrolet saat ini lebih cocok dan diminati di luar Tiongkok dibandingkan di pasar domestik yang semakin kompetitif

Strategi berani ini ternyata telah membuahkan hasil yang menjanjikan Proyeksi ekspor Chevrolet dari Tiongkok untuk paruh pertama 2026 menunjukkan angka fantastis mencapai 6.930 unit Angka ini melonjak signifikan 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebuah bukti keberhasilan perubahan fokus merek tersebut
Keputusan krusial ini juga sejalan dengan semakin eratnya kemitraan antara GM dan SAIC Motor Kedua perusahaan baru-baru ini menandatangani perjanjian strategis baru yang memperpanjang masa berlaku usaha patungan SAIC-GM hingga 20 tahun ke depan sampai tahun 2047 Dalam kemitraan jangka panjang ini GM dan SAIC berencana meluncurkan setidaknya 30 model kendaraan energi baru NEV hingga 2030 dengan prioritas utama pada elektrifikasi merek premium Cadillac dan Buick Ini menandakan pergeseran fokus GM di Tiongkok menuju segmen kendaraan listrik dan merek-merek yang lebih sesuai dengan tren pasar masa depan





































