Pakar Bongkar Target Ekonomi Prabowo Mustahil

Author Image

Masih Lionel

16 Agustus 2026, 16:02 WIB

wartakini.id – Sebuah analisis mengejutkan datang dari Center of Economic and Law Studies Celios terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara RAPBN 2027 yang baru saja dipaparkan Presiden Prabowo Subianto. Asumsi makro yang termuat dalam draf tersebut dinilai terlampau ambisius dan jauh dari realitas.

Direktur Ekonomi Celios Nailul Huda secara tegas mengkritisi target pertumbuhan ekonomi 6 persen dan batas inflasi 2,5 persen plus minus 1 persen yang dicanangkan pemerintah. Menurutnya angka-angka tersebut tidak realistis jika dihadapkan pada deraan ketidakpastian global dan fondasi ekonomi domestik yang masih rapuh.

Pakar Bongkar Target Ekonomi Prabowo Mustahil
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Huda menguraikan alasannya. Di kancah internasional panggung ekonomi dunia kini diselimuti kabut tebal ketidakpastian. Eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi mengganggu rantai pasok global dan memicu fluktuasi harga komoditas. Sejumlah institusi finansial global bahkan kompak memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia. Bank Dunia mematok 2,8 persen OECD di 3,1 persen dan IMF di 3,4 persen. Ini sejalan dengan melambatnya lokomotif ekonomi global seperti Tiongkok dan Amerika Serikat.

Huda secara tegas menyatakan target pertumbuhan ekonomi 6 persen adalah sebuah ilusi di tengah kondisi ekonomi global yang lesu dan kebijakan moneter ketat dari bank sentral raksasa seperti AS dan Jepang.

Di ranah domestik Huda pesimis ekonomi nasional mampu melaju kencang. Prediksinya daya dorong pertumbuhan maksimal hanya akan mencapai 4,7 persen tahun depan. Penurunan proyeksi ini bukan tanpa alasan. Gelombang PHK masif yang terjadi sepanjang tahun ini telah memukul daya beli masyarakat. Inflasi biaya produksi yang terus merangkak naik turut menggerus daya beli konsumen. Selain itu berakhirnya program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih KDKMP yang sebelumnya menjadi motor penggerak sektor konstruksi juga akan menghilangkan stimulus penting.

Related Post