Rahasia BI Tahan Suku Bunga Terkuak Sudah

Author Image

Masih Lionel

19 Agustus 2026, 10:02 WIB

wartakini.id – Bank Indonesia diprediksi kuat akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 575 persen. Keputusan krusial ini diperkirakan akan diambil dalam Rapat Dewan Gubernur RDG yang berlangsung pada 18 hingga 19 Agustus 2026 mendatang. Analisis mendalam dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia LPEM FEB UI menjadi dasar proyeksi ini.

Menurut Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky langkah menjaga suku bunga tetap stabil merupakan strategi vital. Tujuannya adalah untuk memastikan Bank Indonesia memiliki fleksibilitas dan ruang gerak yang cukup jika di kemudian hari penyesuaian suku bunga kembali diperlukan. Ini adalah langkah antisipatif demi stabilitas ekonomi jangka panjang.

Rahasia BI Tahan Suku Bunga Terkuak Sudah
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Riefky dalam Laporan Seri Analisis Makroekonomi RDG BI Agustus 2026 menegaskan bahwa mempertahankan suku bunga saat ini akan memberikan keleluasaan bagi BI. Fleksibilitas ini sangat penting mengingat dinamika ekonomi global dan domestik yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik BPS menunjukkan kabar baik inflasi tahunan Indonesia pada Juli 2026 berhasil melandai ke angka 228 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan posisi Juni 2026 yang mencapai 334 persen. Meskipun tren penurunan inflasi terlihat jelas Riefky mengingatkan potensi lonjakan harga di bulan-bulan mendatang akibat menguatnya fenomena El Niño.

Namun demikian Bank Indonesia dinilai masih memiliki kapasitas untuk mempertahankan BI-Rate. Hal ini didukung oleh meredanya tekanan eksternal secara temporer termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kini cenderung terkendali.

Di sisi lain sentimen global yang stabil serta kelancaran proses transisi kepemimpinan di tubuh Bank Indonesia turut memberikan dampak positif bagi stabilitas nilai tukar rupiah. Kondisi kondusif ini membuat BI tidak berada dalam situasi mendesak untuk menaikkan suku bunga terutama setelah sebelumnya telah melakukan kenaikan agresif sebesar 100 basis poin bps dalam beberapa bulan terakhir.

Riefky menambahkan bahwa mempertahankan suku bunga acuan juga akan menghindarkan sektor riil dari tekanan tambahan yang tidak perlu. Kenaikan suku bunga dapat meningkatkan biaya pendanaan yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi.

Related Post