wartakini.id – Siapa sangka di balik gemerlapnya Hyundai sebagai raksasa otomotif global saat ini tersimpan kisah perjuangan berat dan cibiran pedas dari pendirinya sendiri. Jauh sebelum menancapkan dominasinya di pasar dunia merek asal Korea Selatan ini pernah berjuang mati-matian untuk melahirkan mobil pertamanya. Ironisnya kendaraan yang menjadi tonggak awal itu justru mendapat komentar kurang menyenangkan dari sang visioner Chung Ju-yung.
Baca Juga
Pony nama mobil perdana Hyundai itu lahir dari proses yang tidak mudah. Namun saat pertama kali melihatnya Chung Ju-yung tak segan melontarkan kritik tajam. "Saya tidak menyukai mobil ini karena bentuknya seperti ayam yang ekornya dipotong" tulis Chung Ju-yung dalam otobiografinya Lahir di Tanah Ini atau yang di Vietnam dikenal dengan judul Tidak Pernah Gagal Semua Adalah Tantangan. Sebuah gambaran blak-blakan yang mungkin tak terbayangkan keluar dari mulut seorang pemimpin perusahaan.

Pada era 1970-an hingga 1980-an Hyundai memang menghadapi tantangan besar. Ambisi untuk memproduksi mobil sendiri demi pasar Korea kala itu bukanlah perkara mudah. Sebelumnya Hyundai telah menjalin kemitraan dengan sejumlah pemain besar di industri otomotif dunia mulai dari Shinjin Toyota hingga Ford. Namun tak satu pun dari kolaborasi tersebut yang membuahkan hasil sesuai ekspektasi.
Perjuangan panjang itu akhirnya melahirkan Pony meskipun dengan segala kekurangan di mata sang pendiri. Namun siapa sangka mobil yang sempat dihina itu justru menjadi fondasi kokoh bagi Hyundai untuk bertransformasi menjadi salah satu produsen kendaraan terbesar dan paling disegani di kancah global. Kisah Pony adalah bukti bahwa setiap perjalanan menuju puncak selalu diwarnai liku-liku dan kritik yang justru bisa menjadi pelecut semangat.





































