wartakini.id – Ketersediaan bahan bakar minyak di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini dalam kondisi sangat aman pasca-gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut. PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat memastikan suplai energi vital tetap terjaga, terutama di kawasan Manggarai Raya yang sempat terdampak. Sebuah kapal tanker, MT Musi, baru-baru ini merapat di dermaga Fuel Terminal (FT) Reo, membawa 200.000 liter Pertalite untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca Juga
Kedatangan MT Musi menandai upaya serius Pertamina dalam mengamankan pasokan energi. Ini adalah armada keempat yang berhasil bersandar di FT Reo sejak gempa bumi pada 15 Agustus 2026. Kitty Andhora, VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, menegaskan bahwa langkah ini krusial untuk menjaga level stok BBM tetap optimal setelah bencana. "Hari ini, pasokan Pertalite kembali diperkuat dengan kedatangan MT Musi. Kami membongkar muatan 200.000 liter sesuai kapasitas aman tangki terminal kami yang kini memiliki stok 300.000 liter dari total 500.000 liter," jelas Kitty. Setelah tuntas di Reo, kapal tersebut akan segera melanjutkan perjalanan menuju Fuel Terminal Waingapu untuk menyuplai daerah lain.

Pertalite yang baru tiba ini akan segera didistribusikan ke berbagai daerah operasional FT Reo, meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, hingga sebagian wilayah Manggarai Timur. Sejak gempa mengguncang, total suplai BBM yang telah masuk dan disalurkan melalui FT Reo mencapai angka fantastis, sekitar 2.000.000 liter. Angka ini mencakup beragam jenis bahan bakar, mulai dari Pertamax, Pertalite, Biosolar, hingga Avtur, menunjukkan komitmen Pertamina dalam menjamin ketersediaan energi secara menyeluruh.
Tak hanya soal pasokan, Pertamina juga sigap menangani tantangan distribusi di jalur darat. Akses jalan yang sempat terputus di Manggarai Timur menuju SPBU Borong/Kota menjadi hambatan serius. Namun, strategi mitigasi khusus berhasil diterapkan. "Awalnya, kami melangsir BBM dari mobil tangki ke dalam drum, kemudian diangkut melewati jalur yang rusak atau jembatan darurat hingga sampai ke SPBU," ungkap Kitty. Kini, situasi telah membaik. Pertamina berupaya mengirimkan pasokan penuh menggunakan mobil tangki berkapasitas 8.000 liter langsung menuju Borong, memastikan distribusi berjalan lebih lancar dan efisien.





































