wartakini.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali menunjukkan gebrakan inovatifnya. Di tengah ancaman kemarau panjang ia meluncurkan strategi pompanisasi masif di Karawang Jawa Barat untuk memastikan lahan pertanian tetap produktif dan mendongkrak hasil panen. Langkah ini diambil guna meningkatkan indeks penanaman sekaligus mengamankan pasokan beras nasional.
Baca Juga
Amran menjelaskan hamparan sawah seluas tiga ribu hektar di Karawang yang selama ini hanya bisa ditanami dua kali dalam setahun kini didorong untuk bisa ditanami satu kali tambahan. Dengan optimalisasi sistem pompanisasi ini indeks penanaman melonjak menjadi tiga kali. Dari luasan tersebut potensi peningkatan nilai produksi diperkirakan mencapai Rp136 miliar. Ini merupakan lompatan signifikan dari kondisi sebelumnya yang hanya mengandalkan dua kali tanam.

Untuk mewujudkan program ambisius ini revitalisasi infrastruktur irigasi menjadi prioritas utama. Perbaikan jaringan irigasi mulai dari saluran sekunder primer hingga tersier akan dilakukan melalui kolaborasi apik antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR. Selain itu pemasangan pompa air sepanjang 70 kilometer juga menjadi bagian integral dari strategi ini demi menjamin suplai air yang memadai bagi lahan pertanian.
Amran menegaskan pompanisasi adalah langkah krusial menjaga ketahanan pangan saat menghadapi tantangan El Nino dan musim kemarau ekstrem. Ia mencontohkan keberhasilan pemerintah pada tahun 2023 dan 2024 ketika produksi beras justru melonjak 28 juta ton meskipun Indonesia dilanda El Nino.





































