BYD Bikin Raksasa Eropa Keringat Dingin

Author Image

Masih Lionel

8 September 2026, 17:06 WIB

wartakini.id – Pabrikan otomotif mewah asal Jerman BMW baru saja merayakan tonggak sejarah yang mengesankan: pengiriman unit mobil listrik murni ke-2 juta. Pencapaian ini, yang ditandai dengan penyerahan BMW i5 M60 xDrive berwarna Tansanit Blue ke seorang pembeli di Spanyol pada 5 Mei 2026, memakan waktu tiga belas tahun sejak model i3 pertama kali meluncur pada 2013. Sebuah perjalanan panjang yang menunjukkan komitmen BMW terhadap era elektrifikasi.

BMW i5 M60 xDrive sendiri bukan kendaraan biasa. Sedan listrik flagship dari Seri 5 ini dibekali dua motor listrik bertenaga total 601 hp dan torsi puncak 795 Nm, menjanjikan performa luar biasa. Di Malaysia, model ini dibanderol sekitar Rp2,18 miliar.

BYD Bikin Raksasa Eropa Keringat Dingin
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Namun, angka tiga belas tahun yang dibanggakan BMW ini mendadak terasa biasa saja, bahkan cenderung lambat, ketika dibandingkan dengan kecepatan industri di belahan dunia lain. Faktanya, durasi tiga belas tahun untuk mencapai dua juta unit mobil listrik murni seolah menjadi "hukum tak tertulis" bagi banyak pabrikan Barat.

Ambil contoh Tesla. Pelopor mobil listrik ini memulai debut Roadster pada 2008 dan baru mencapai dua juta unit pada akhir 2021, juga sekitar tiga belas tahun. Volkswagen, yang meluncurkan e-up! pada 2013—tahun yang sama dengan i3 BMW—baru menyerahkan mobil listrik ke-2 juta pada 27 Februari 2026. Lagi-lagi, tiga belas tahun. Tiga raksasa otomotif dari benua yang berbeda, semuanya memerlukan waktu serupa untuk beralih dari dominasi mesin bensin ke baterai.

Fenomena "hukum tiga belas tahun" ini kini dipecahkan oleh satu negara: China. Merek seperti BYD menjadi bukti nyata. Meskipun BYD juga memerlukan waktu tiga belas tahun untuk mencapai satu juta unit mobil energi baru (NEV) pertamanya, dari F3DM di 2008 hingga Mei 2021, kecepatan mereka saat ini sungguh di luar nalar. Angka tiga belas tahun kini tampak kuno di hadapan gebrakan BYD yang mampu mencapai jutaan unit dalam hitungan hari. Inilah yang menjelaskan mengapa mobil listrik merek China kini membanjiri pasar Indonesia, menghadirkan persaingan sengit yang membuat pabrikan Eropa harus berpikir keras.

Related Post