wartakini.id – Investor dan pelaku pasar global patut bersiap menghadapi lonjakan harga emas yang diperkirakan mencapai level fantastis pekan depan. Logam mulia ini diproyeksikan akan bergerak di rentang 4.102 hingga 4.650 dolar AS per troy ounce. Angka ini jauh melampaui penutupan perdagangan Jumat lalu yang berada di posisi 4.348 dolar AS per troy ounce, mengindikasikan potensi reli signifikan.
Baca Juga
Menurut analisis terkini dari Ibrahim Assuaibi seorang pakar mata uang dan komoditas pergerakan harga emas akan sangat volatil. Jika sentimen negatif mendominasi pasar dan memicu aksi jual level dukungan pertama yang perlu dicermati berada di 4.245 dolar AS per troy ounce. Apabila tekanan jual terus berlanjut harga berpotensi merosot hingga ke level 4.102 dolar AS per troy ounce.

Namun skenario sebaliknya juga sangat mungkin terjadi. Apabila momentum penguatan terus bertahan solid Ibrahim memprediksi level resistansi pertama akan tercapai di 4.479 dolar AS per troy ounce. Bahkan tidak menutup kemungkinan harga emas akan melesat lebih jauh menembus batas resistansi berikutnya hingga menyentuh 4.650 dolar AS per troy ounce. "Jadi dalam pekan depan harga emas dunia kemungkinan akan ditransaksikan antara 4.102 sampai 4.650 dolar AS" jelasnya.
Fluktuasi harga emas yang begitu dinamis ini lanjut Ibrahim sebagian besar dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik global. Kawasan Eropa Timur dan Timur Tengah menjadi sorotan utama yang terus memicu ketidakpastian di pasar. Di Eropa Timur konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina masih jauh dari kata usai. Perebutan wilayah yang kompleks diperkirakan akan membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk menemukan titik terang menjaga ketegangan tetap membara dan mendorong investor mencari aset aman seperti emas.





































