wartakini.id – Di tengah hiruk pikuk persaingan otomotif yang kian memanas, Honda mengambil langkah berani yang mengejutkan banyak pihak. Bukan Jakarta atau Surabaya yang menjadi target utama, melainkan daerah-daerah di pelosok negeri. Sebuah strategi unik untuk menembus pasar yang belum terjamah dan menjanjikan.
Baca Juga
Banyak yang bertanya, mengapa raksasa otomotif ini memilih jalan sepi? Jawabannya jelas: kota-kota besar sudah terlalu padat. Medan perang otomotif di pusat kota kini dikuasai oleh puluhan merek, termasuk serbuan agresif dari pabrikan Tiongkok yang jumlahnya bahkan melampaui merek Jepang.

Hingga akhir tahun 2025 saja, Gaikindo mencatat ada enam belas merek mobil asal China yang beroperasi resmi di Indonesia, dibandingkan dua belas merek Jepang. Pameran otomotif besar seperti GIIAS 2026 bahkan diramaikan oleh empat puluh tiga merek mobil penumpang. Tahun ini, tiga pendatang baru seperti Zeekr, Leapmotor, dan Hongqi turut meramaikan persaingan, menambah panasnya atmosfer. Penjualan merek China pun meroket delapan puluh dua persen pada Januari hingga Juli 2026, mencapai 94.971 unit.
Menghindari sengitnya rivalitas di kota metropolitan, Honda kini fokus memperluas jaringan hingga ke kabupaten. Saat ini, mereka telah memiliki sekitar dua ratus diler yang mencakup sembilan puluh tiga persen wilayah nasional. Ekspansi ini bukan isapan jempol belaka. Dalam beberapa bulan terakhir, dua belas diler baru telah diresmikan, dan enam lainnya siap menyusul dalam waktu dekat.
Lokasi-lokasi diler baru ini sangat menarik perhatian: Batulicin, Pelaihari, Buntok, Kapuas, Lamandau di Kalimantan; Gowa, Malili di Sulawesi; Sragen, Karanganyar, Boyolali di Jawa Tengah; Singaraja di Bali; serta Merauke di Papua. Sementara itu, Prabumulih, Muara Teweh, Poso, Luwuk, Morowali, dan Sumedang akan segera menyusul. Jelas terlihat, tidak ada nama kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Medan dalam daftar tersebut.
Ferdianto Budiono, Sales & Marketing Division Head PT Honda Prospect Motor, menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh kebutuhan konsumen, potensi wilayah, dan aksesibilitas layanan. Tujuannya sederhana: mendekatkan layanan penjualan dan purnajual langsung ke tangan konsumen di daerah. Dengan strategi ini, Honda berharap dapat mengukuhkan posisinya dan meraih pangsa pasar baru yang menjanjikan di seluruh pelosok Indonesia.





































