wartakini.id – Raksasa otomotif Geely Auto baru saja meluncurkan inovasi pengisian daya kendaraan listrik (EV) yang diklaim mampu mengubah peta persaingan. Teknologi bernama "Geely Smart Charge" ini menawarkan daya puncak luar biasa hingga 2.250 kW atau setara 2,25 MW melalui satu konektor tunggal. Terobosan ini hadir di tengah sengitnya perang teknologi pengisian daya kilat EV di pasar China.
Baca Juga
Sistem canggih ini didukung oleh model AI manajemen energi "Xingrui PowerMind" yang pintar, bertugas mengatur aliran daya dan menjaga suhu baterai secara optimal. "Geely Smart Charge" hadir dengan tiga fungsi utama: Extreme Charge untuk kecepatan maksimal, Smart Charge untuk efisiensi, dan Auto Charge untuk kemudahan otomatis.

Menurut laporan media internasional pada 23 September 2026, Geely mengklaim kemampuan daya puncak melalui satu konektor ini berhasil menorehkan rekor baru di industri. Kunci kecanggihan sistem ini terletak pada algoritma prediktif termal yang mampu mengantisipasi fluktuasi suhu baterai hingga 30 detik ke depan.
Data prediksi suhu ini kemudian dimanfaatkan untuk menyesuaikan daya pengisian secara dinamis. Tujuannya jelas: memastikan suhu rata-rata baterai tetap di bawah 55 derajat Celsius, dengan suhu puncak tidak melampaui 65 derajat Celsius demi keamanan dan durabilitas baterai.
Hasil uji coba dari Pusat Penelitian dan Teknologi Otomotif China (CATARC) membuktikan klaim Geely. Sebuah Lynk & Co 10 yang telah dilengkapi teknologi ini berhasil mencapai daya pengisian puncak hingga 1.093 kW. Selama proses pengisian daya dari 10 persen hingga 97 persen, suhu baterai terkendali di bawah 55 derajat Celsius sepanjang 57 persen dari total durasi pengisian. Suhu maksimum yang tercatat dalam pengujian tersebut adalah 64 derajat Celsius, menunjukkan efektivitas sistem pendingin dan manajemen suhu Geely.





































