wartakini.id – Siapa sangka harga mobil bekas bisa bikin geleng-geleng kepala? Honda Brio, salah satu hatchback terpopuler, kini mencetak rekor fantastis di pasar mobil seken. Harganya yang stabil bahkan nyaris menyamai unit baru, memicu pertanyaan besar: ada apa sebenarnya? Fenomena ini bukan semata karena tingginya permintaan, melainkan lebih banyak terangkat oleh lonjakan harga mobil gres.
Baca Juga
Di wilayah Jabodetabek, daya tahan jual Honda Brio bekas sungguh luar biasa. Sebuah riset pasar terbaru yang menelusuri puluhan iklan di platform jual beli daring menunjukkan fakta mengejutkan. Varian Brio Satya E bertransmisi otomatis, misalnya, masih dipatok di angka 72 hingga 80 persen dari harga barunya saat ini. Sementara itu, tipe tertinggi Brio RS, meski sedikit lebih rendah, tetap menunjukkan kekuatan dengan kisaran 62 hingga 73 persen.

Untuk mengukur kekuatan harga ini, para analis menggunakan parameter nilai sisa atau residual value. Ini adalah perbandingan antara banderol mobil bekas dengan harga unit baru untuk tipe yang sama di pasaran saat ini. Semakin tinggi persentasenya, semakin minim depresiasi nilai yang dialami pemilik saat menjual kendaraannya.
Sebagai referensi, harga Honda Brio baru per Oktober 2026 di Jakarta adalah Rp206,7 juta untuk Satya E CVT dan Rp264,1 juta untuk RS CVT. Adapun varian paling terjangkau, Satya S manual, dibanderol Rp170,4 juta.
Fokus kajian pada unit produksi tahun 2021 hingga 2026 dalam radius 65 kilometer dari Bojonggede, meliputi Bogor Depok Jakarta Bekasi dan Tangerang, semakin memperkuat temuan ini. Khususnya, Brio Satya E otomatis keluaran tahun 2022 dan 2023, untuk transaksi tunai, ditawarkan pada rentang Rp148 juta hingga Rp159 juta. Angka ini setara dengan persentase nilai sisa 72 hingga 77 persen. Ini membuktikan bahwa Brio Satya memang memiliki daya tahan nilai jual yang lebih superior di pasar mobil bekas.





































