wartakini.id – Dominasi AION UT di segmen medium hatchback listrik kini mulai menemui tantangan berat. Meski sempat memuncaki klasemen sebagai model dengan distribusi pabrik ke diler terbanyak selama semester pertama tahun ini, performa penjualan unitnya menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Data terbaru mencatat bahwa total distribusi AION UT selama sembilan bulan pertama hanya menyentuh angka 2.010 unit.
Baca Juga
Angka tersebut terasa sangat kecil jika dibandingkan dengan kecepatan laju kompetitornya. Sebagai perbandingan, Geely EX2 mampu mencatatkan distribusi sebanyak 1.890 unit hanya dalam waktu satu bulan saja pada periode September. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran minat konsumen yang sangat signifikan di pasar kendaraan listrik tanah air.

Penurunan momentum ini terlihat jelas dari ritme distribusi bulanan AION UT. Setelah berhasil membukukan 1.476 unit pada enam bulan pertama, angka penjualannya melambat drastis di tiga bulan berikutnya dengan rata-rata hanya sekitar 178 unit per bulan. Kondisi ini diperparah dengan munculnya pemain baru di kelas bawah yang menawarkan harga jauh lebih kompetitif.
Geely EX2 kini menjadi ancaman nyata dengan total distribusi mencapai 9.769 unit dalam delapan bulan, dibanderol dengan harga mulai Rp229,9 juta. Tak ketinggalan, Chery Q juga mulai mencuri perhatian pasar sejak peluncurannya pada Juli lalu. Dengan harga di kisaran Rp249,9 juta hingga Rp269,9 juta, Chery Q langsung mencetak angka pemesanan yang fantastis hingga melampaui 6.000 unit secara daring.
Situasi pasar yang semakin padat dengan pilihan mobil listrik yang lebih terjangkau membuat posisi AION UT semakin terhimpit. Konsumen kini memiliki lebih banyak opsi kendaraan dengan jarak tempuh yang bersaing namun dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong.





































