wartakini.id – Dunia otomotif tanah air tengah menyaksikan fenomena unik di mana kemewahan tampaknya harus bertekuk lutut di hadapan harga yang kompetitif. Sementara merek Lepas sibuk memamerkan konsep gaya hidup elegan melalui ajang Global Elegant Lifestyle Week di China, saudara kandungnya dari grup yang sama justru sedang berpesta pora menguasai pasar mobil listrik nasional.
Baca Juga
Kontras yang tajam terlihat dari data penjualan kendaraan listrik hingga periode September 2026. Jaecoo J5 EV yang mengusung strategi harga agresif berhasil mencatatkan angka penjualan fantastis mencapai 26.635 unit. Pencapaian ini menempatkan Jaecoo di posisi puncak sebagai penguasa pasar mobil listrik di Indonesia.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan nasib Lepas. Meski terus menggaungkan citra premium dan desain yang anggun, merek ini bahkan belum mampu menembus daftar 20 besar merek asal China yang mendominasi pasar. Berdasarkan data Gaikindo, dari total 132.172 unit kendaraan yang didistribusikan oleh 20 merek China, Jaecoo berada di posisi kedua dengan 27.234 unit, sementara Lepas masih tertinggal jauh di luar jajaran elit tersebut.
Salah satu faktor yang diduga menjadi penghalang adalah selisih harga yang cukup signifikan. Lepas E4 EV yang mengusung baterai 67 kWh kini dipasarkan dengan harga Rp349 juta di Jakarta. Jika dibandingkan dengan saudaranya, terdapat selisih harga sekitar Rp39 juta yang membuat konsumen cenderung lebih memilih opsi yang lebih ekonomis namun tetap bertenaga.
Fenomena ini menjadi pelajaran berharga bagi industri kendaraan energi baru di Indonesia. Apakah estetika dan keanggunan desain mampu memikat hati konsumen jika harus dibayar dengan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan kompetitor di kelas yang sama.





































