Mobil Hybrid Melejit Meski Tanpa Insentif

Author Image

Masih Lionel

23 Oktober 2026, 09:34 WIB

wartakini.id – Pasar otomotif Indonesia tengah mengalami pergeseran tren yang sangat mengejutkan. Tanpa dukungan subsidi pajak, minat masyarakat terhadap mobil hybrid justru melonjak drastis hingga mencapai angka 41,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan data distribusi dari Gaikindo, total unit hybrid yang terjual sepanjang Januari hingga September 2026 telah menyentuh angka 65.968 unit. Pencapaian ini tergolong luar biasa karena sudah melampaui total penjualan sepanjang tahun 2025, padahal saat itu pemerintah masih memberikan insentif PPnBM DTP sebesar 3 persen.

Mobil Hybrid Melejit Meski Tanpa Insentif
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Fenomena ini menjadi sorotan penting di tengah wacana Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji yang mengusulkan agar kendaraan jenis hybrid, PHEV, dan REEV kembali mendapatkan keringanan pajak. Lonjakan organik ini membuktikan bahwa teknologi hybrid kini telah menjadi pilihan utama konsumen Indonesia.

Jika menilik peta persaingan kendaraan ramah lingkungan, mobil listrik berbasis baterai atau BEV juga menunjukkan performa yang sangat agresif. Penjualan BEV meroket hingga 112 persen dengan total 117.218 unit, yang berarti menyumbang sekitar 17,26 persen dari seluruh pasar otomotif nasional.

Menariknya, segmen PHEV mencatatkan pertumbuhan paling ekstrem yakni mencapai 209,5 persen. Kehadiran merek-merek baru asal China, seperti BYD M6 yang menyumbang 5.121 unit, menjadi motor penggerak utama dalam kategori ini.

Perubahan peta pasar ini terlihat sangat kontras jika dibandingkan dengan tiga tahun lalu. Pada 2023, mobil hybrid masih mendominasi pasar elektrifikasi dengan porsi 75,4 persen. Namun kini, pasar semakin dinamis dengan dominasi BEV dan PHEV yang terus mengejar ketertinggalan.

Secara keseluruhan, total kendaraan elektrifikasi yang mencakup BEV, hybrid, dan PHEV telah menguasai 28,5 persen dari total pasar otomotif nasional sepanjang tahun 2026. Hal ini menandakan transisi menuju kendaraan ramah lingkungan di Indonesia sedang berjalan sangat cepat.

Related Post