wartakini.id – Banyak calon pembeli mobil asal Korea Selatan merasa bingung saat membandingkan dua raksasa otomotif KIA dan Hyundai. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah jantung pacu kedua merek ini sebenarnya identik. Jawabannya ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang karena ada sejarah panjang di balik kemiripan tersebut.
Baca Juga
Kedua produsen ini memang berada di bawah naungan payung besar yang sama yakni Hyundai Motor Group. Hubungan erat ini bermula sejak krisis keuangan yang menimpa KIA pada akhir era 90-an hingga akhirnya Hyundai mengambil alih kepemilikan mayoritas pada tahun 1999. Sejak saat itu keduanya tidak lagi berjalan sendiri-sendiri melainkan bekerja sama dalam pengembangan teknologi dan manufaktur.

Strategi berbagi komponen ini bukan tanpa alasan kuat. Dengan menggunakan platform sasis dan lini mesin yang serupa kedua merek ini mampu menekan biaya riset serta produksi secara signifikan. Hal ini memungkinkan mereka untuk menghadirkan teknologi mutakhir dengan harga yang lebih kompetitif di pasar global.
Meski berbagi "jantung" yang serupa KIA dan Hyundai tetap berusaha menjaga perbedaan karakter. Mereka melakukan penyesuaian teknis agar setiap mobil memiliki sensasi berkendara yang berbeda sesuai dengan identitas merek masing-masing. KIA cenderung menonjolkan sisi desain yang unik sementara Hyundai fokus pada fitur dan branding yang khas.
Fenomena penggunaan mesin serupa ini sangat nyata terlihat pada berbagai segmen kendaraan. Salah satu bukti kuatnya adalah penggunaan mesin diesel CRDi 2.2 liter yang sangat populer. Mesin tangguh ini bisa ditemukan pada Hyundai Santa Fe sekaligus pada KIA Sorento. Tidak hanya itu mesin yang sama juga menghiasi jajaran mobil kelas atas seperti Hyundai Palisade hingga KIA Carnival.





































