Ancaman Iran: Minyak Tembus USD200, Dunia Panik!

Ancaman Iran: Minyak Tembus USD200, Dunia Panik!

wartakini.id – Iran melontarkan peringatan serius kepada komunitas internasional, menyatakan bahwa harga minyak global berpotensi melonjak hingga USD200 per barel. Peringatan ini disampaikan di tengah eskalasi ketegangan geopolitik, khususnya jika Amerika Serikat dan Israel terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi vital Iran. Saat ini, harga minyak sudah mencapai USD100 per barel, sebuah level tertinggi yang tercatat sejak tahun 2022.

Seorang juru bicara dari Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, seperti dikutip dari The Wall Street Journal pada Selasa (10/3/2026), menegaskan ancaman tersebut dengan nada menantang. "Jika Anda sanggup menoleransi harga minyak di atas USD200 per barel, silakan lanjutkan permainan ini," katanya, mengisyaratkan konsekuensi ekonomi yang masif dan tak terhindarkan jika serangan terhadap fasilitas energi Iran tidak dihentikan.

Ancaman Iran: Minyak Tembus USD200, Dunia Panik!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ketegangan memuncak setelah Israel dilaporkan menyerang tangki penyimpanan di kilang minyak Teheran, memaksa pemerintah Iran untuk memberlakukan pengurangan jatah bahan bakar bagi para pengendara di negaranya. Insiden ini bukan yang pertama; sejak awal konflik, Iran dan kelompok proksinya telah menargetkan beberapa fasilitas minyak di negara-negara produsen utama di kawasan, termasuk Arab Saudi, Irak, dan Kuwait, yang berdampak signifikan pada penurunan produksi mereka.

Setidaknya lima lokasi energi di dalam dan sekitar Teheran telah menjadi sasaran serangan udara, menciptakan pemandangan dramatis dan kekhawatiran di ibu kota Iran. Sebagai langkah antisipasi dan pencegahan, perusahaan minyak nasional Kuwait juga mengumumkan pengurangan produksi di tengah ancaman serangan balasan dari Iran. Lebih lanjut, Selat Hormuz, sebuah jalur perdagangan maritim vital yang biasanya dilalui sekitar seperlima kapal tanker minyak dan gas global, dilaporkan telah ditutup selama seminggu terakhir, menambah kekhawatiran serius akan gangguan pasokan energi global dan potensi krisis yang lebih luas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar