wartakini.id, Jakarta – Pasar emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan stabilitas yang mencolok pada hari ini, Sabtu, 4 April 2026. Harga emas Antam terpantau ‘beku’ di level Rp2.857.000 per gram, mempertahankan posisinya setelah sempat mengalami penurunan sebelumnya. Kondisi ini menarik perhatian para investor dan kolektor emas yang terus memantau pergerakan komoditas berharga ini.

Related Post
Kondisi serupa juga terjadi pada harga buyback, atau harga jual kembali emas batangan. Bagi para pemilik emas yang ingin melepas investasinya, harga buyback juga tidak beranjak dari angka Rp2.577.000 per gram. Stabilitas ini memberikan gambaran pasar yang cenderung tenang, setidaknya untuk saat ini.

Harga yang dipatok ini berlaku untuk transaksi dan pengambilan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One, Jakarta. Namun, calon pembeli perlu mencatat bahwa, berdasarkan pantauan wartakini.id di laman resmi Logam Mulia, beberapa varian emas batangan saat ini masih belum tersedia untuk dibeli.
Penting bagi investor untuk memahami regulasi terkait pajak dalam transaksi emas. Saat ini, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tidak dipungut, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2022, sehingga nilai PPN tidak diperhitungkan dalam total pembayaran. Namun, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2023, setiap pembelian emas batangan akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen. Bukti potong pajak ini akan secara resmi diterbitkan oleh PT Antam Tbk selaku pihak penjual.
Berikut adalah rincian lengkap harga emas Antam untuk berbagai pecahan pada hari ini, Sabtu (4/4/2026), sebagaimana dilansir dari situs resmi Logam Mulia:
- Emas 0,5 gram: Rp1.478.500
- Emas 1 gram: Rp2.857.000
- Emas 2 gram: Rp5.664.000
- Emas 3 gram: Rp8.478.000
- Emas 5 gram: Rp14.100.000
- Emas 10 gram: Rp28.120.000
Stabilitas harga ini memberikan gambaran pasar yang cenderung tenang, meski ketersediaan beberapa produk masih menjadi perhatian bagi mereka yang ingin berinvestasi atau menambah koleksi emasnya. Investor disarankan untuk terus memantau informasi terbaru dari sumber resmi sebelum melakukan transaksi.








Tinggalkan komentar