Geger! Konsumen China Tinggalkan Mobil Mewah Jerman

Geger! Konsumen China Tinggalkan Mobil Mewah Jerman

wartakini.id – Pada awal tahun 2026, pasar mobil penumpang mewah di Tiongkok mengalami pergeseran signifikan yang mengejutkan banyak pihak. Merek-merek premium Eropa yang selama ini mendominasi, seperti Audi, BMW, dan Mercedes-Benz, kini dihadapkan pada tantangan besar berupa penurunan penjualan yang memaksa mereka untuk menyesuaikan strategi penetapan harga secara kolektif.

Data kumulatif terbaru menunjukkan performa yang kurang menggembirakan bagi trio raksasa otomotif Jerman tersebut. Sepanjang tahun 2025, pengiriman BMW di Tiongkok merosot sekitar 12,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Mercedes-Benz mengalami penurunan yang lebih tajam, mencapai sekitar 19%, sementara Audi juga tidak luput dengan penurunan sekitar 5%. Secara total, ketiga merek ini menjual sekitar 260.000 unit kendaraan lebih sedikit di Tiongkok pada tahun 2025, menandai kontraksi signifikan di segmen mewah.

Geger! Konsumen China Tinggalkan Mobil Mewah Jerman
Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

Secara historis, Tiongkok merupakan pasar krusial yang menyumbang sebagian besar volume penjualan dan keuntungan global bagi Audi, BMW, dan Mercedes-Benz. Namun, gejolak ekonomi yang terjadi pada tahun 2025 telah mengurangi daya tarik ini, memaksa para produsen untuk lebih responsif terhadap dinamika pasar lokal. Melemahnya permintaan konsumen dan semakin ketatnya persaingan dari kendaraan listrik premium domestik menjadi pemicu utama perubahan ini.

Menanggapi situasi yang kian mendesak ini, BMW China tidak tinggal diam. Mulai 1 Januari 2026, mereka secara resmi merevisi harga eceran yang direkomendasikan untuk lebih dari 30 model kendaraannya. Langkah strategis ini diharapkan dapat kembali menarik minat pembeli di tengah gempuran kompetitor lokal yang menawarkan inovasi dan harga yang lebih kompetitif.

Keputusan BMW ini diperkirakan akan diikuti oleh Audi dan Mercedes-Benz, menandakan era baru persaingan di pasar mobil mewah Tiongkok. Dominasi merek Eropa yang selama ini kokoh kini diuji oleh preferensi konsumen yang bergeser dan kebangkitan industri otomotif lokal yang semakin agresif. Pasar Tiongkok yang pernah menjadi tambang emas bagi pabrikan Jerman, kini menuntut adaptasi cepat dan strategi yang lebih cerdik untuk bertahan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar