wartakini.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan perdagangan Senin, 16 Maret 2026, dengan performa yang kurang menggembirakan. Sejak bel pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG langsung terperosok ke level 7.097,18. Angka ini mencerminkan penurunan signifikan sebesar 40,03 poin atau setara 0,56% dari posisi penutupan sebelumnya di 7.137.

Related Post
Data awal sesi perdagangan menunjukkan bahwa IHSG sempat dibuka di posisi 7.115,45, namun tak mampu bertahan. Pergerakan indeks sempat menyentuh puncak harian di 7.120,19 sebelum anjlok ke titik terendah 7.087,21. Volume perdagangan pada awal sesi ini cukup aktif, mencapai 753,7 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp387,6 miliar. Frekuensi perdagangan juga tinggi, tercatat 62,23 ribu kali transaksi, sementara kapitalisasi pasar berada di angka Rp12.598 triliun.

Kondisi pasar secara keseluruhan didominasi oleh sentimen negatif. Mayoritas saham mengalami tekanan jual, dengan 296 emiten tercatat melemah. Hanya 175 saham yang berhasil menguat, sementara 487 saham lainnya memilih stagnan, menunjukkan kehati-hatian investor.
Analisis sektoral menunjukkan bahwa tidak ada satu pun sektor yang mampu bertahan di zona hijau. Seluruhnya terpaksa bergerak di wilayah negatif. Sektor barang baku mencatat koreksi terdalam, anjlok 1,4%. Disusul oleh sektor infrastruktur yang merosot 1,2%, dan sektor energi yang juga terpangkas 1,08%. Sektor-sektor lain tak luput dari tekanan, di antaranya teknologi yang melemah 0,8%, barang konsumen primer terkoreksi 0,79%, barang konsumen non-primer tertekan 0,81%, perindustrian minus 0,61%, transportasi turun 0,58%, keuangan melemah 0,35%, kesehatan terpangkas 0,19%, dan properti yang terkoreksi tipis 0,09%. Pembukaan pasar yang merah merona ini menjadi sinyal tantangan bagi para pelaku pasar di awal pekan.








Tinggalkan komentar