wartakini.id – Industri mobil listrik Amerika Serikat (AS) tengah menghadapi tantangan berat. Di tengah euforia penjualan yang sempat melonjak, kini muncul kekhawatiran serius mengenai masa depan pasar kendaraan ramah lingkungan ini.

Related Post
Lonjakan penjualan mobil listrik di AS, yang mencapai 1,2 juta unit tahun lalu, ternyata didorong oleh insentif pemerintah sebesar USD7.500. Namun, program subsidi ini telah berakhir pada September lalu, dan dampaknya mulai terasa.

Para eksekutif otomotif terkemuka, termasuk CEO Ford Jim Farley dan Direktur Keuangan General Motors Paul Jacobson, mengungkapkan kekhawatiran mereka. Farley memperkirakan pasar mobil listrik akan lebih kecil dari perkiraan semula, sementara Jacobson memprediksi penurunan permintaan yang signifikan.
Data dari International Energy Agency (IEA) menunjukkan bahwa AS tertinggal dalam perlombaan mobil listrik global, meskipun merupakan pasar mobil terbesar kedua di dunia. Hilangnya insentif pemerintah menjadi pukulan telak bagi industri yang sedang berkembang ini.










Tinggalkan komentar