WARTAKINI.ID, Jakarta – (Selasa, 24 Februari 2026) – Oleh Feby Novalius

Related Post
wartakini.id melaporkan, operasional Pelabuhan Kijing, yang digadang-gadang sebagai gerbang utama logistik Kalimantan Barat, kini menuai sorotan tajam. Meski telah diresmikan sejak tahun 2022 sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), kinerja pelabuhan ini masih jauh dari optimal, terutama akibat problem konektivitas infrastruktur pendukung yang krusial.

Pelabuhan yang berlokasi strategis ini, mulai dibangun pada tahun 2018 dan secara resmi beroperasi pada 9 Agustus 2022. Sejak awal, Kijing dirancang untuk menjadi urat nadi utama bagi arus logistik serta kegiatan ekspor-impor di Kalimantan Barat, dengan harapan besar mampu menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah seperti CPO, alumina, dan berbagai produk pertanian.
Menanggapi kondisi ini, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik, Sofyano Zakaria, menegaskan vitalnya peran Pelabuhan Kijing. Menurutnya, pelabuhan ini bukan sekadar fasilitas bongkar muat, melainkan instrumen strategis untuk efisiensi biaya logistik, pendorong daya saing ekspor komoditas khas Kalbar, pembuka lapangan kerja, hingga katalisator tumbuhnya kawasan industri baru di sekitarnya.
"Efek berganda atau multiplier effect dari operasional pelabuhan ini diyakini mampu meningkatkan investasi, memperkuat rantai pasok, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir Kalbar," ujar Sofyano pada Selasa (24/2/2026).
Kendala utama yang menghambat optimalisasi Kijing terletak pada infrastruktur konektivitas darat yang masih minim. Akses jalan dari dan menuju pelabuhan, serta keterhubungan dengan wilayah hinterland atau daerah penyangga, belum terbangun secara memadai, menyebabkan arus barang tersendat dan efisiensi yang diharapkan belum tercapai.
Oleh karena itu, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, sebagai pengelola, diharapkan tidak hanya terpaku pada aspek operasional terminal semata. Perusahaan pelat merah ini dituntut untuk lebih proaktif dalam mendorong pengembangan ekosistem logistik yang komprehensif. Ini termasuk menjalin kerja sama strategis dengan investor kawasan industri dan penyedia jasa logistik, serta mempercepat integrasi sistem transportasi multimoda guna menciptakan rantai pasok yang efisien dan terpadu.









Tinggalkan komentar