Timur Tengah Bergolak: RI Amankan Pasokan Krusial untuk Pangan dan Industri!

Timur Tengah Bergolak: RI Amankan Pasokan Krusial untuk Pangan dan Industri!

wartakini.id – Jakarta, 2 April 2026 – Di tengah eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, Indonesia mengambil langkah proaktif untuk memperkuat ketahanan pasokan sulfur, bahan baku vital bagi sektor pupuk, pangan, dan industri nasional. Upaya ini dilakukan guna memastikan stabilitas produksi dan kemandirian dalam negeri dari potensi gejolak global.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, pada Kamis (2/4/2026) mengungkapkan kekhawatirannya. "Sekitar sepertiga dari total perdagangan sulfur global, atau sekitar 20 juta ton per tahun, bersumber dari wilayah Teluk Persia. Ironisnya, lebih dari 75% kebutuhan sulfur Indonesia masih bergantung pada impor dari kawasan Timur Tengah," jelas Daconi. Ia menambahkan, "Konflik geopolitik yang memanas dan potensi gangguan pada jalur logistik global berpotensi besar memicu fluktuasi harga dan ketersediaan pasokan sulfur di pasar dunia."

Timur Tengah Bergolak: RI Amankan Pasokan Krusial untuk Pangan dan Industri!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Di sisi lain, permintaan asam sulfat di tingkat nasional terus menunjukkan tren peningkatan, mencapai estimasi 19 juta ton setiap tahun. Sektor pupuk dan industri hilirisasi mineral, terutama nikel, menjadi penyumbang terbesar dalam konsumsi ini. Kondisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam peta permintaan sulfur global, menegaskan status sulfur sebagai komoditas strategis yang esensial bagi ketahanan pangan dan industri di tanah air.

Daconi lebih lanjut memaparkan bahwa Petrokimia Gresik tidak hanya berperan sebagai mata rantai dalam pasokan sulfur, melainkan juga menjadi bagian integral dari solusi bagi industri domestik. Perusahaan ini mengoperasikan fasilitas produksi asam sulfat dengan kapasitas impresif mencapai 1,8 juta ton per tahun, yang terintegrasi secara menyeluruh dengan proses pembuatan pupuk dan berbagai produk kimia lainnya.

"Kami bangga memiliki fasilitas canggih yang mampu mengolah sulfur menjadi asam sulfat, terintegrasi penuh dengan lini produksi pupuk dan produk kimia kami," ungkap Daconi. "Melalui kapabilitas ini, Petrokimia Gresik secara signifikan turut memperkuat ketersediaan bahan baku esensial bagi industri di dalam negeri."

Menyikapi fluktuasi geopolitik global yang berimbas pada pasokan dan harga sulfur, Daconi menegaskan pentingnya strategi pengamanan bahan baku. Petrokimia Gresik, menurutnya, berkomitmen untuk memperkuat rantai pasok dan mengoptimalkan kapasitas produksi domestik. Sejumlah inisiatif strategis telah dan akan terus dijalankan, meliputi diversifikasi sumber pasokan sulfur, penandatanganan kontrak jangka panjang guna menjamin stabilitas harga dan ketersediaan, serta peningkatan infrastruktur penyimpanan dan jaringan distribusi bahan baku.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar