wartakini.id – Xpeng, startup otomotif asal China yang berdiri sejak 2015, kini menjadi perbincangan hangat. Bukan hanya karena rencana ekspansi ke Indonesia lewat Erajaya Group dengan meluncurkan SUV G6 dan MPV mewah X9, tetapi juga karena ambisi besarnya yang melampaui industri otomotif tradisional.

Related Post
CEO Xpeng, He Xiaopeng, dalam sebuah acara di Hong Kong baru-baru ini, memaparkan visi perusahaan yang mencakup pengembangan mobil listrik, robot humanoid, dan bahkan chip AI. Dalam waktu singkat, tepatnya 11 tahun, Xpeng telah berhasil menjual lebih dari 600.000 kendaraan. Prestasi ini menunjukkan kecepatan pertumbuhan yang luar biasa, meskipun masih di bawah BYD yang mencapai angka tersebut dalam waktu dua bulan.

Namun, dengan pengiriman 60.158 unit pada kuartal pertama 2025, Xpeng menunjukkan momentum yang kuat. Target mereka pun ambisius: mengembangkan bisnis ke 60 negara, termasuk Indonesia, dengan separuh penjualan berasal dari pasar internasional. Xpeng X9, MPV premium futuristik, diposisikan sebagai kunci kesuksesan di dekade mendatang. Mobil ini bahkan mampu mengalahkan penjualan Toyota Alphard dan Denza D9 di pasar China.
Keunggulan Xpeng terletak pada integrasi kecerdasan buatan (AI). He Xiaopeng menekankan peran AI dalam setiap aspek bisnis mereka. Salah satu bukti nyata adalah penggunaan chip AI Turing buatan sendiri pada X9, menggantikan chip Nvidia. Perubahan ini menunjukkan komitmen Xpeng untuk menguasai teknologi inti dan membangun ekosistem yang terintegrasi. Dengan inovasi dan ambisi yang tinggi, Xpeng siap menjadi pemain utama di industri otomotif global.









Tinggalkan komentar