Mobil Rp8,5 M Gubernur Kaltim: Mewah Atau Kebutuhan?

wartakini.id – Rencana pengadaan mobil dinas jenis SUV Plug-in Hybrid senilai Rp8,5 miliar untuk Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, sontak memicu gelombang perdebatan dan sorotan tajam. Di tengah kondisi infrastruktur jalan daerah yang masih jauh dari kata ideal dan kerap dikeluhkan warga, pembelian kendaraan super mewah ini menimbulkan ironi yang sulit diabaikan oleh publik.

jalan kaltim buruk mobil gubernur rp85 miliar kupas tuntas 10 fitur gila range rover autobiography lwb mce
Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

Kendaraan yang menjadi pusat kontroversi adalah Range Rover 3.0 Autobiography Long Wheelbase (LWB) berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Bukan sembarang tunggangan, mobil ini dibekali spesifikasi mumpuni: mesin 2.996 cc yang mampu menyemburkan tenaga 434 daya kuda, ditopang baterai berkapasitas 38,2 kWh, serta motor listrik berkekuatan 140 dk dengan torsi raksasa 620 Nm. Di situs resmi Land Rover Indonesia, versi standarnya saja sudah menembus angka Rp7,43 miliar di Jakarta. Nominal Rp8,5 miliar untuk mobil dinas ini mengindikasikan kemungkinan varian tertinggi atau penambahan fitur khusus yang semakin meningkatkan kemewahan dan kapabilitasnya.

Ironi ini semakin kentara ketika masyarakat membandingkan harga fantastis mobil dinas dengan realitas jalanan di berbagai pelosok Kaltim yang masih banyak berlubang, sulit diakses, dan membutuhkan perbaikan mendesak. Pertanyaan pun muncul: apakah kemewahan ini benar-benar prioritas di tengah kebutuhan infrastruktur yang mendesak?

Menanggapi gelombang kritik, Gubernur Rudy Mas’ud berdalih bahwa pengadaan mobil ini telah sesuai dengan regulasi yang berlaku. "Mobil yang diadakan itu hanya 3.000 cc. Soal harga ada rupa, ada mutu, ada kualitas. Kami tidak mengikuti berapa harganya, kami hanya mengikuti pesan itu saja, sesuai Permendagri," ujarnya. Ia merujuk pada Permendagri Nomor 7 Tahun 2006 yang membatasi kapasitas mesin SUV kepala daerah maksimal 4.200 cc. Lebih lanjut, Rudy Mas’ud bahkan menambahkan bahwa kendaraan representatif ini penting untuk "menjaga marwah Kalimantan Timur" sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pembelaan senada juga datang dari Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni. Menurutnya, mobil ini bukan sekadar fasilitas mewah, melainkan sarana vital yang esensial untuk menembus geografis ekstrem Kaltim. "Contohnya saat kunjungan ke Bongan, beliau ingin melihat sendiri kondisi jalan yang dikeluhkan warga. Untuk mencapai titik-titik krusial dengan medan seberat itu dibutuhkan kendaraan yang andal dan representatif," jelas Sri Wahyuni, seperti dikutip dari wartakini.id.

Perdebatan antara kebutuhan representasi dan urgensi perbaikan infrastruktur pun terus bergulir, meninggalkan pertanyaan besar bagi publik Kaltim tentang prioritas anggaran daerah di tengah cita-cita besar menjadi penyangga IKN.


Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar