Gawat! IHSG Terjun Bebas di Pembukaan, Sektor Barang Baku Paling Merana!

Gawat! IHSG Terjun Bebas di Pembukaan, Sektor Barang Baku Paling Merana!

wartakini.id – Kabar kurang menggembirakan datang dari pasar modal Tanah Air pada Rabu (4/3/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan dengan performa lesu, anjlok 77,26 poin atau setara 0,97 persen, mendarat di level 7.862. Pelemahan ini menandai awal pekan yang berat bagi para investor setelah penutupan sesi sebelumnya yang lebih optimis.

Pergerakan indeks sempat menyentuh puncak harian di 7.897,81 sebelum tergelincir ke titik terendah 7.858,97. Level pembukaan resmi tercatat di 7.896,38, menandai penurunan signifikan dari penutupan sesi sebelumnya yang berada di 7.939,77.

Gawat! IHSG Terjun Bebas di Pembukaan, Sektor Barang Baku Paling Merana!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Aktivitas perdagangan juga menunjukkan dinamika yang menarik. Total nilai transaksi mencapai Rp837,2 miliar, melibatkan pertukaran 1,78 miliar saham dalam 100,7 ribu kali transaksi. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau stabil di angka Rp14.025 triliun.

Kondisi pasar yang memerah tercermin jelas dari kinerja sektoral, di mana seluruh sektor kompak bergerak di zona negatif. Sektor barang baku menjadi yang paling terpukul dengan koreksi tajam mencapai 3,59 persen. Disusul oleh sektor non-primer yang anjlok 2,7 persen, teknologi melemah 1,43 persen, dan properti turun 1,13 persen. Sektor-sektor lain seperti energi (-0,85%), keuangan (-0,78%), infrastruktur (-0,98%), dan transportasi (-1%) juga tak luput dari tekanan jual. Hanya sektor kesehatan yang menunjukkan ketahanan relatif dengan penurunan tipis 0,06 persen, diikuti perindustrian yang melemah 0,46 persen.

Dominasi sentimen negatif terlihat dari komposisi saham yang diperdagangkan. Sebanyak 318 saham terpantau melemah, jauh melampaui 186 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 454 saham lainnya memilih untuk stagnan, tidak bergerak dari posisi penutupan sebelumnya.

Menariknya, di tengah gejolak pasar ini, data komposisi investor per 3 Maret 2026 menunjukkan adanya perbedaan strategi yang kontras. Investor domestik justru mencatatkan aksi jual bersih (net sell) dengan total penjualan mencapai Rp21,62 triliun dan pembelian Rp18,17 triliun. Di sisi lain, investor asing tampak memanfaatkan momentum koreksi ini dengan membukukan aksi beli bersih (net buy), mengakumulasi saham senilai Rp11,62 triliun berbanding penjualan Rp8,17 triliun.

Di tengah dominasi merah, beberapa pemain di sektor investasi dan infrastruktur berhasil mencuri perhatian dengan performa cemerlang. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) memimpin daftar saham paling untung (top gainers), melonjak 24,59 persen ke harga Rp1.140 per saham. Tak kalah gemilang, dua produk Exchange Traded Fund (ETF) atau Reksa Dana, XIML dari Indo Premier dan XPSG dari Pinnacle Persada, turut membukukan kenaikan signifikan masing-masing sebesar 24,58 persen dan 22,35 persen, menunjukkan minat investor pada instrumen investasi berbasis infrastruktur dan indeks.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar