wartakini.id – Kolaborasi apik antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Badan Intelijen Strategis TNI baru-baru ini berhasil membongkar jaringan peredaran minuman keras ilegal di Pulau Dewata. Operasi senyap ini mengungkap 19.142 botol atau setara 14.400 liter lebih minuman beralkohol yang diduga kuat menggunakan pita cukai palsu dengan nilai fantastis mencapai Rp12,5 miliar.
Baca Juga
Penindakan besar-besaran ini bukan sekadar angka namun merupakan wujud komitmen pemerintah untuk menjaga iklim usaha yang adil serta mendukung keberlanjutan sektor pariwisata Bali. Peredaran miras tak berizin ini tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan pajak namun juga berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat serta menciptakan persaingan tidak sehat bagi pelaku usaha yang taat aturan.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini adalah buah dari sinergi kuat antarinstansi. "Penindakan ini hasil kolaborasi erat antara Bea Cukai BAIS TNI serta koordinasi dengan Polri dan Kejaksaan. Kerja sama semacam ini krusial untuk mencegah peredaran barang kena cukai ilegal yang dapat merugikan masyarakat pelaku usaha legal dan tentu saja mengurangi pemasukan negara" ujar Djaka.
Djaka menambahkan pengawasan ketat terhadap minuman beralkohol ilegal ini bertujuan mulia yakni menjaga citra dan kualitas ekosistem pariwisata Bali. "Kami ingin memastikan masyarakat dan wisatawan memperoleh produk yang memenuhi standar sekaligus memberikan kepastian berusaha bagi pelaku usaha yang menjalankan operasionalnya secara patuh. Dengan demikian tercipta iklim usaha yang adil dan kondusif bagi industri legal" tambahnya.
Seluruh barang bukti yang disita meliputi minuman mengandung etil alkohol golongan B dan C dari berbagai merek. Dari pengungkapan kasus ini potensi kerugian penerimaan negara yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp2,14 miliar. Penyelidikan kasus ini bermula dari informasi intelijen mengenai dugaan penimbunan miras ilegal di wilayah Denpasar yang kemudian ditindaklanjuti dengan serangkaian investigasi mendalam.





































