wartakini.id – Kursi kepemimpinan Bank Indonesia BI kini menjadi sorotan publik setelah Perry Warjiyo resmi meletakkan jabatannya sebagai Gubernur Bank Sentral Republik Indonesia. Istana Negara akhirnya angkat bicara mengenai proses suksesi yang tengah berjalan memicu rasa penasaran siapa sosok pengganti nahkoda baru ekonomi nasional.
Baca Juga
Menteri Sekretaris Negara Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pemerintah belum mengajukan nama definitif untuk posisi Gubernur BI. Menurut Prasetyo pengunduran diri Perry Warjiyo baru disampaikan pada Minggu 26 Juli 2026 sehingga proses pencarian kandidat masih dalam tahap awal dan memerlukan waktu. Presiden belum akan terburu-buru memutuskan dalam waktu singkat.

Untuk sementara waktu posisi strategis Gubernur BI akan diemban oleh Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti. Penunjukan ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Bank Indonesia yang mengatur mekanisme pengisian kekosongan jabatan secara otomatis. Dengan demikian operasional dan kebijakan BI tetap berjalan tanpa hambatan.
Destry Damayanti sendiri dijadwalkan akan segera bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat. Pertemuan penting ini bertujuan untuk membahas kelanjutan tugas dan arah kebijakan Bank Indonesia pasca transisi kepemimpinan. Mensesneg Prasetyo Hadi sedang mencari waktu yang tepat agar pertemuan antara Destry dan Presiden dapat segera terlaksana.





































