Drama Bursa: IHSG Merah Membara di Awal Pekan!

Related Post
wartakini.id, JAKARTA – Pembukaan perdagangan saham awal pekan ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) diwarnai sentimen negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terperosok, dibuka melemah 0,36 persen ke posisi 7.001 pada Senin, 6 April 2026.

Tak butuh waktu lama, tekanan jual semakin mendominasi. Hanya berselang beberapa menit setelah bel pembukaan, IHSG semakin terpuruk, anjlok 0,77 persen ke level 6.972. Data perdagangan menunjukkan, dari total saham yang diperdagangkan, hanya 166 saham yang berhasil bertahan di zona hijau, sementara mayoritas, yakni 387 saham, harus rela melemah. Sebanyak 405 saham lainnya terpantau stagnan. Nilai transaksi awal perdagangan tercatat cukup signifikan, mencapai Rp2,1 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 1,3 miliar lembar saham.
Koreksi juga merembet ke sejumlah indeks acuan lainnya. Indeks LQ45 tercatat melemah 0,79 persen ke angka 708, diikuti Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang terkoreksi lebih dalam 1,53 persen ke posisi 472. Namun, ada sedikit angin segar dari Indeks MNC36 yang justru menguat 0,37 persen ke 303, serta Indeks IDX30 yang naik tipis 0,22 persen ke 389.
Pantauan pergerakan sektoral menunjukkan dominasi warna merah. Sebagian besar sektor kompak tertekan, meliputi energi, konsumer non-siklikal, properti, infrastruktur, bahan baku, transportasi, teknologi, dan kesehatan. Hanya segelintir sektor yang mampu bertahan dan mencatatkan penguatan, yakni konsumer siklikal, keuangan, dan industri.
Di tengah gempuran sentimen negatif, beberapa saham berhasil mencuri perhatian sebagai top gainers. Mereka adalah PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP), dan PT Pinnacle Persada Investama Tbk (XPLQ). Investor kini menanti perkembangan selanjutnya di pasar modal, apakah tekanan jual akan berlanjut atau ada potensi pembalikan arah di sisa hari perdagangan.










Tinggalkan komentar