Geger! Motor Listrik MBG: Dalih Canggih atau Akal-akalan?

Related Post
wartakini.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi penanganan krisis gizi nasional, kini justru terseret pusaran polemik. Pengadaan puluhan ribu unit motor listrik sebagai tulang punggung logistik distribusinya, mendadak menjadi sorotan tajam publik, menyisakan pertanyaan besar tentang transparansi dan efisiensi anggaran.

Di balik misi mulia pemerintah untuk mengatasi krisis gizi melalui MBG, aroma kejanggalan justru menguar kuat dari proses pengadaan kendaraan operasionalnya. Keputusan untuk memborong ribuan unit motor listrik (Electric Vehicle/EV) secara mendadak telah memicu gelombang pertanyaan di tengah masyarakat, mempertanyakan urgensi dan rasionalitas di balik langkah tersebut.
Kepanikan publik bermula dari angka fantastis yang sempat beredar, yakni pengadaan 70.000 unit motor listrik. Isu ini sontak memicu sentimen negatif, terutama di tengah wacana pengetatan anggaran negara. Meskipun belakangan data tersebut diklarifikasi menjadi rencana pengadaan di kisaran 25.000 unit, dengan realisasi awal sebanyak 21.801 unit, klarifikasi yang datang terlambat seringkali gagal menghapus persepsi awal yang sudah terlanjur mengakar di benak masyarakat.
Polemik kian memanas ketika menyinggung harga yang disebut-sebut menembus angka di atas Rp50 juta per unit. Angka ini sontak memicu perbandingan dengan motor konvensional yang jauh lebih terjangkau, menimbulkan pertanyaan besar mengenai kelayakan harga tersebut, apalagi jika pengadaan ini dilakukan tanpa melalui proses tender yang transparan.
Menanggapi hal ini, Hendro Sutono, pengamat Energi Baru Terbarukan (EBT) sekaligus pegiat KOSMIK Indonesia, mengapresiasi langkah pemerintah untuk beralih ke kendaraan listrik sebagai upaya mendukung keberlanjutan. Namun, ia juga secara implisit menyiratkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pengadaan, terutama yang melibatkan anggaran negara dalam jumlah besar.
Misteri di balik pengadaan motor listrik untuk Program Makan Bergizi Gratis ini masih menyelimuti. Apakah ini merupakan strategi operasional canggih untuk efisiensi distribusi, ataukah ada indikasi akal-akalan dari vendor ‘siluman’ yang memanfaatkan program mulia ini? Publik menanti jawaban transparan dari pemerintah demi menjaga kepercayaan dan memastikan setiap rupiah anggaran negara digunakan secara bertanggung jawab.









Tinggalkan komentar